Mei Mei pun mengangguk dan setelahnya dia melongo, setelah ada laporan banking di ponsel murahnya, masuk duit sebesar…250 juta. “Tu-tuan ini banyak sekali?” kata Mei Mei antara gugup, kaget dan takjub.“Simpan saja, kan orang tuamu butuh lanjutkan berobat kakinya yang patah, juga buat sehari-hari dan juga pendidikan adikmu!” cetus Bhaskoro santai.Mei Mei tiba-tiba berlutut di depan Bhaskoro. “Tuan…mulai saat ini, aku akan siap jadi budak tuan, apapun yang tuan inginkan, aku siap lakukan!” kata Mei Mei mengejutkan Bhaskoro.Pria dingin ini diam sesaat, lalu lempar senyum tipis, inilah tujuannya dan agaknya ikannya sudaah masuk ke dalam perangkap.“Baiklah, kamu makan dulu sampai kenyang, lalu mandi yang bersih…setelah itu, malam ini kamu siap begadang sampai tengah malam kan?” sambil berucap begitu mata tajam Bhaskoro seakan telanjangi tubuh indah Mei Mei.“I-iya..tuan, aku siap...!” sahut Mei Mei senyum manis, pahamlah apa maksudnya, dia bukan wanita kemarin sore yang malu-malu.Bha
Baca selengkapnya