Suatu malam, tepat saat Lintang merayakan ulang tahunnya yang kesepuluh.Lintang yang sedang tidur nyenyak mendadak tersentak. Di sisi ranjangnya, telah berdiri seorang kakek tua yang wajahnya masih menyisakan garis-garis ketampanan masa muda.“Bangunlah, Cucuku. Kakek mau bicara,” terdengar suara berat dan angat berwibawa dari sang kakek, yang berbeda alam ini, tapi bisa menampakan diri ke alam fana ini.Lintang kontan terbangun sepenuhnya, lalu duduk di tepi kasur sederhananya sembari mengucek mata. “Kakek…?”“Iya, Cucuku. Namaku Haris Sanjaya. Kamu adalah cucu garis lurus keturunanku. Dan Bhaskoro Sanjaya, anak laki-laki tunggalku, yang juga ayah kandungmu,” ucap roh sang kakek dengan tenang.“Oh… kok Kakek tahu aku di sini? Lagian, kenapa baru muncul sekarang?” protes Lintang, langsung menghujani roh itu dengan pertanyaan.Roh Haris Sanjaya hanya tersenyum tipis. Ia mendekati bocah yang ketampanannya kian memancar itu, lalu mengelus lembut rambutnya yang lebat.“Cucuku, kelak jika
อ่านเพิ่มเติม