Makin Lama Makin Asyik

Makin Lama Makin Asyik

last updateLast Updated : 2026-06-04
By:  mrd_bbUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 rating. 1 review
10Chapters
38views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Bhaskoro seorang pria putus asa yang terlibat perjanjian maut dengan seorang siluman haus cinta, siluman ini berikan dia kejayaan dan kekuatan juga kekayaan, tapi perjanjian maut ini membuatnya harus mengumpulkan kekuatan bercinta, agar tak menjadi tumbal dari siluman jahat dan kejam itu. Caranya, Bhaskoro harus mencari wanita-wanita cantik buat di ajak bercinta tanpa harus di paksa, atau nyawanya tidak tertolong lagi. Waktu terus berjalan, perjanjian maut itu makin mendekati limitnya. Mampukah Bhaskoro memenuhi limit itu...?

View More

Chapter 1

Bab 1: Jeritan Bibi Jamu Cantik

“Tolonggg….!”

Sebuah jeritan sudah cukup membangkitkan jiwa kesatria Bhaskoro, sejenak dia hentikan aktivitas di rumah miliknya ini, tak peduli gerimis mulai deras dan agaknya sebentar lagi akan hujan.

Bhaskoro bergegas keluar rumah sederhana miliknya dan dia melihat seorang penjual jamu keliling terjatuh. Bahkan salah seorang terlihat dengan nakal pura-pura menolong, tapi tangannya gerayangan ke tubuh penjual jamu malang itu.

“Lepaskan tukang jamu itu,” dengus Bhaskoro sambil menatap tajam dua orang yang itu, tubuh kekarnya masih berkeringat setelah tadi keluarkan barang-barang dari mobil jadulnya, sesaat dia melirik dan pria kekar ini menelan ludah juga.

Baju kebaya si tukang jamu ini begitu ketat, hingga dua buah gunung kembarnya hampir setengahnya keluar.

Roknya bahkan sobek di bagian kaki hingga ketarik ke paha, ini membuat orang yang memegang tubuh si tukang jamu ini makin ngiler saja, kayak serigala ketemu mangsa.

“Heeeh badan besar, ini bukan urusanmu, suaminya berhutang ke bos kami dan istrinya sebagai jaminannya. Dia harusnya bayar hari ini, tapi tidak mau,” bentak rekannya, dan ikutan leleran melihat kelakuan temannya ke tukang jamu ini.

Bhaskoro mendekati orang yang hanya sebahunya, lalu sekali tarik krah bajunya orang ini sontak terangkat, pisau yang selalu dia bawa di pinggangnya entah bagaimana caranya sudah berpindah tangan.

Rekannya yang tadi gerayangi tubuh si tukang jamu sontak kaget dan lepaskan tangan ganjennya.

“Sebutkan berapa hutangnya, atau aku patahkan leher kamu,” bentak Bhaskoro dengan tatapan dingin.

“H-hutangnya 2,5 juta Om…argghh lepaskan Om!” pria yang sudah tak berdaya ini kontan minta ampun, rekannya yang ingin marah, kontan mundur, saat melihat belati temannya sudah ada di tangan Bhaskoro.

Gedebuuuk, aduhhhh….suara bak pohon pisang jatuh terdengar keras, Bhaskoro lempar tubuh orang ini di ke tanah yang mulai becek. 

Bhaskoro ambil dompetnya dan uang 2,5 juta dia cabut dan lemparkan ke wajah orang ini. “Cepat kalian pergi, atau aku berubah pikiran,” Bhaskoro lalu cabut belati ini dari sarungnya, kemudian bak atraksi debus, belati ini sengaja ia gorok-gorok ke lehernya, tapi leher kokoh dan putih itu tidak apa-apa.

Beberapa warga yang melihat aksi Bhaskoro tapi nggak berani menolong si tukang jamu, ikutan mangap, tidak menyangka pria ini kebal senjata tajam.

Si tukang jamu malang ini melongo, tapi dua orang ini kontan kabur lintang pukang setelah punguti duit tadi.

Bhaskoro angkat tangannya dan tarik tangan si tukang jamu itu bangkit, bahkan dengan satu tangan kokohnya yang kiri, wadah jamu gendong yang lumayan berat ini udah saja Bahskoro angkat. 

“Kamu tak apa-apa, siapa namamu,” tanya Bhaskoro tetap dengan wajah dingin, brewoknya yang agak lebat, bikin si tukang jamu ini sesaat tercekat...takut.

Tapi rasa itu di buangnya jauh-jauh, karena si pria brewokan ini baru saja menolong dan kini dia bisa berdiri normal lagi, bahkan tatapan pria ini hanya sesaat nemplok di dadanya, setelah itu pria tinggi kokoh ini menatap wajahnya lagi.

“S-surti t-tuan…!” katanya sambil menatap dada bidang berbulu tipis si penolongnya, saat dia menunduk ke bawah, tepat di bawah puser laki-laki ini, Surti kontan melengus kaget, tapi dadanya seketika bergemuruh. 

Bagaimana tidak bergemuruh, hujan yang mulai deras, membuat celana kain si penolongnya ini basah, tapi sesuatu yang bikin dadanya bergemuruh tercetak jelas.

“Aku Bhaskoro, kamu aman sekarang, dua cecunguk itu tak akan berani ganggu kamu lagi. Bilangin ke suami kamu, jangan lagi berhutang ke lintah darat!”

Lalu Bhaskoro lewat begitu saja dan kembali ke rumahnya, meninggalkan Surti yang melongo.

Surti, yang terbiasa dihina suaminya dan direndahkan warga yang hanya jadikan dia obyek aduhai ini menatap punggung kokoh Bhaskoro yang basah, dengan napas memburu.

Rasa aman yang tiba-tiba hadir memantik getar gairah liar di perut bawahnya, meski Bhaskoro langsung berbalik pergi tanpa meminta balasan.

**

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Masruddin Mrd
Masruddin Mrd
Hai pembaca tercinta, novel baru kami sdh terbit, cikidot yaaah kisah asyik ini, salam
2026-06-04 14:58:56
1
0
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status