"Kita berdua kini telah sah menjadi target dari si Ratu Siluman yang jahat itu. Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang agar bisa selalu aman?" Bhaskoro bertanya lurus, mengunci pandangannya tepat ke manik mata Dewi Ramita.Janda jelita itu terdiam sesaat. Ia membuang pandangan ke arah rintik hujan luar teras, lalu mengembuskan napas panjang yang terasa begitu berat."Aku belum bisa berpikir jernih saat ini, Bang. Prioritas utamaku sekarang adalah fokus menjaga keselamatanku dan Abas, agar kami jangan sampai menjadi korban berikutnya dari keganasan Dewi Plaminta," cetus Dewi Ramita terdengar defensif."Hmm... kalau begitu, maukah kamu dan Abas pindah ke kediamanku di Jakarta? Di sana sistem keamanannya ketat, kalian pasti jauh lebih aman," tawar Bhaskoro, langsung menyodorkan tumpangan luks tanpa keraguan.Dewi Ramita menyunggingkan senyuman tipis yang sarat misteri, lalu kepalanya menggeleng perlahan."Belum saatnya, Bang. Kalau aku dan Abas nekat pindah ke rumah Abang saat ini, ko
Leer más