Reyna senyum kecil dan malah menarik kaos Bhaskoro. “Masih nanggung sayang, baru babak pertama, lanjutkan babak kedua. Soal bantuan kamu, aku percaya kamu pria yang nggak perhitungan…!” bisik Reyna.Bhaskoro tidak menolak dan senyum kecil dan kembali melumat bibir seksoi Reyna, lalu buru-buru melepas kaos dan celananya.Reyna pun juga paham, tanpa ragu dia melebarkan kedua kakinya dan mendesah perlahan, saat kepala Bhaskoro turun di antara selangkanganya dan menyedot fefek mulusnya.Babak kedua persenggamaan yang tak kalah dahsyatnya kembali tersaji di pagi yang semakin siang ini. Reyna benar-benar mampu bikin Bhaskoro puas bukan main, mau gaya apa saja, Reyna ho-ohkan terus.“Aaaargghh….Abang lebih hebat dari kekasihku, teruskan genjot,” desah Reyna yang kini sengaja bergaya dogt style, sesuai permintaan pria yang dia kagumi ini.Denyut ranjang kayu ini makin nyaring saja bunyinya, AC kamar apartemen ini seakan tak bisa mendinginkan pertarungan panas keduanya, peluh bercucuran di tubu
Mehr lesen