Home / Male Adult / Makin Lama Makin Asyik / Bab 75: Proses Tameng Bikin Pusing

Share

Bab 75: Proses Tameng Bikin Pusing

Author: mrd_bb
last update publish date: 2026-06-26 09:57:19
Bhaskoro makin kaget, saat kedua tangan halus Dewi Ramita menarik kepalanya dan...!

“Sapukan cairan ini ke wajahmu dengan menggesekanya, setelahnya sebagian kamu telan. Agar kamu terbebas dari godaan ratu siluman jahat itu,” terdengar pelan suara Dewi Ramita, suaranya ini seolah keluar dari alam lain saja.

Bhaskoro tanpa buang waktu langsung melahap fefek temben yang berumput tebal ini dan aromanya bikin Bhaskoro terkaget-kaget, sebab mirip dengan milik Surti.

Aroma wangi jamu yang menyegarkan d
mrd_bb

met pagi, lanjut ya, kita akan kembali up 4 bab hari ini secara bertahap

| 2
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 78: Diminta Cari Istri, Wajah Dewi Ramita Muncul..!

    Jika sebelum melangkah masuk ke rumah ini Bhaskoro sempat mengira Nenek Rani adalah sosok keji di balik pembunuhan ibu kandungnya, kini perasaannya berbalik total.Rasa hormat dan kasih sayang yang tulus justru membuncah di dalam dadanya untuk wanita sepuh yang selama ini hidup sebatang kara di rumah sederhana tersebut.Tanpa menunda waktu, hari itu juga Bhaskoro langsung mendatangkan sepasukan tukang bangunan profesional.Ia memerintahkan agar sekeliling area pekarangan rumah dipasangi pagar kokoh demi sistem keamanan yang lebih terjamin, merenovasi seluruh bagian atap dan dinding yang mulai melapuk, serta merombak total draf furnitur lama dengan jajaran perabotan luks keluaran terbaru.Biarlah sampai kapan pun beliau tetap menganggapku sebagai cucu tirinya, dan aku akan merawat beliau layaknya nenek kandungku sendiri. Kasihan beliau... di balik ketegasannya, beliau sebenarnya teramat sangat mencintai Papaku, batin Bhaskoro sembari berdiri melipat tangan di dada, memperhatikan seoran

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 77: Ternyata Ada Palijau Lain yang Jadi Pembunuh Ibunya

    Penyesalan yang teramat sangat dalam terpancar jelas dari sepasang mata lamur si nenek yang kini berkaca-kaca menatapnya pasrah.Dada Bhaskoro naik-turun menahan sesak. Amarah yang hampir meledak membuat kepalanya terasa mendidih. Ternyata, sosok wanita tua yang ada di hadapannya inilah pembunuh ibu kandungnya...?"Namun... belakangan ini, sebelum kakekmu menghilang misterius, Nenek baru mengetahui sebuah kebenaran yang jauh lebih mengerikan," potong si nenek tua cepat, buru-buru menyeka air matanya dengan tisu."Ternyata, serangan santet dari dukun sewaan Nenek dulu gagal total, karena terhalang oleh pagar gaib dari jimat milik kakekmu. Tapi tragisnya, Inau Palijau tetap terbunuh malam itu... karena ada seorang pria kejam yang sejak lama tergila-gila padanya, sekaligus diam-diam berniat ingin menguasai bongkahan Intan Trisakti warisan Ikas Palijau. Nah, dialah pelaku asli pembunuh berdarah dingin yang menghabisi nyawa istri muda kakekmu!""A-apa...? J-jadi... j-jadi, b-bukan Nenek pel

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 76: Fakta Mengejutkan Lagi

    Bhaskoro sama sekali tidak berniat mencari pelampiasan hasrat biologis ke sembarang wanita, meskipun Dewi Ramita telah memberikan saran tersebut secara terbuka.Begitu tiba di ibu kota, ia justru memilih langsung merebahkan tubuh kokohnya di atas kasur empuk di dalam kamar penthouse mewah miliknya.Rasa penat yang menderanya membuat sang triliuner malas kelayapan ke mana-mana malam itu.Padahal, dengan pundi-pundi uangnya yang kini sudah tidak berseri lagi, nominal fantastis bukan lagi perkara besar baginya.Selembar kartu debit emas berisi saldo hingga lima puluh miliar rupiah yang ia serahkan secara cuma-cuma untuk Dewi Ramita sebelumnya, hanyalah secuil kartu kecil dari samudra kekayaan melimpah yang saat ini ia miliki dan nikmati.Di tengah kesunyian kamarnya, Bhaskoro sebenarnya merasa agak aneh pada dirinya sendiri.Mengapa ia bisa begitu mudah dan tanpa keraguan sedikit pun memberikan kartu debit bernilai fantastis itu untuk Dewi Ramita dan Abas kecil?‘Apakah karena wajahnya ma

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 75: Proses Tameng Bikin Pusing

    Bhaskoro makin kaget, saat kedua tangan halus Dewi Ramita menarik kepalanya dan...!“Sapukan cairan ini ke wajahmu dengan menggesekanya, setelahnya sebagian kamu telan. Agar kamu terbebas dari godaan ratu siluman jahat itu,” terdengar pelan suara Dewi Ramita, suaranya ini seolah keluar dari alam lain saja.Bhaskoro tanpa buang waktu langsung melahap fefek temben yang berumput tebal ini dan aromanya bikin Bhaskoro terkaget-kaget, sebab mirip dengan milik Surti.Aroma wangi jamu yang menyegarkan dan seketika membuatnya bernafsu, padahal tadi malam dan tadi pagi dia sudah bergelut ganas dengan Surti, tapi saat ini, nafsunya kini naik ke ubun-ubun, tanpa bisa di cegah lagi. Dari kaget berubah jadi ganas, dan ini justru makin memperbanyak cairan kenikmatan itu keluar dari sela-sela belahan lubang sempit di antara rerimbunan lebat ini, makin menggeliat lagi tubuh indah Dewi Ramita, saat clitnya yang gedenya sama seperti kacang kedelai di sedot kencang bibir Bhaskoro.“Aughh….iyaah sedikit

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 74: Transfer Tameng Diri yang Mengejutkan

    "Kita berdua kini telah sah menjadi target dari si Ratu Siluman yang jahat itu. Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang agar bisa selalu aman?" Bhaskoro bertanya lurus, mengunci pandangannya tepat ke manik mata Dewi Ramita.Janda jelita itu terdiam sesaat. Ia membuang pandangan ke arah rintik hujan luar teras, lalu mengembuskan napas panjang yang terasa begitu berat."Aku belum bisa berpikir jernih saat ini, Bang. Prioritas utamaku sekarang adalah fokus menjaga keselamatanku dan Abas, agar kami jangan sampai menjadi korban berikutnya dari keganasan Dewi Plaminta," cetus Dewi Ramita terdengar defensif."Hmm... kalau begitu, maukah kamu dan Abas pindah ke kediamanku di Jakarta? Di sana sistem keamanannya ketat, kalian pasti jauh lebih aman," tawar Bhaskoro, langsung menyodorkan tumpangan luks tanpa keraguan.Dewi Ramita menyunggingkan senyuman tipis yang sarat misteri, lalu kepalanya menggeleng perlahan."Belum saatnya, Bang. Kalau aku dan Abas nekat pindah ke rumah Abang saat ini, ko

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 73: Dewi Ramita dan Dewi Plamita Ternyata..?

    Di barisan jok depan, keheningan yang tegang terhampar pekat. Baik Dewi Ramita maupun Bhaskoro memilih untuk saling mengunci mulut dalam seribu bahasa.Mereka hanya sesekali saling melempar tatapan dalam melalui spion tengah dan sudut mata, membiarkan rahasia ranjang mistis yang baru saja terbongkar itu berkecamuk hebat di dalam pikiran masing-masing."Mampir dulu, Bang?" Dewi Ramita menatap lekat wajah Bhaskoro setelah jip mewah itu berhenti sempurna di depan teras rumah sederhananya.Pandangannya sesekali beralih memperhatikan Abas kecil yang tampak begitu sibuk menurunkan tumpukan barang belanjaan dari bagasi, lalu menggotongnya masuk ke dalam rumah dengan penuh semangat.Bhaskoro tidak menolak tawaran tersebut. Ia melangkah turun dari mobil, seulas senyuman tipis terukir di bibirnya saat mendengarkan celotehan riang Abas.Bocah itu tiada hentinya berseru girang karena akhirnya bisa memiliki mainan mobil-mobilan menggunakan kendali jarak jauh (remote control) yang selama ini hanya b

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 60: Makin Lama…Makin Asoii

    Pria itu terpaku sesaat. Berdiri di ambang pintu kamarnya yang temaram, sosok Amelia tampak begitu berbeda dari siang tadi.Wanita berkulit mulus dengan paras jelita mirip aktris Irish Bella itu tidak lagi mengenakan seragam blazer formalnya yang kaku.Malam ini, ia memakai santai kaos dan jins keta

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 59: Runtuhkan Keangkuhan Manejer Cantik

    Koh Cong benar-benar tersudut. Dia tidak memiliki pilihan lain selain menerima kenyataan pahit itu. Hilang harta banyak atau terima harga ‘murah’ ini, alias menyetujui angka yang ditawarkan Anthony ini.Atau nasibnya berubah kere, yakni kehilangan seluruh aset berharganya tanpa sisa sama sekali.Den

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 58: Kepakan Sayap dari Banjarbaru, Tempat Kelahiran Sang Kakek

    Anthony Johansyah dan Idam Hasibuan saling melempar senyum, menatap sang CEO yang duduk di hadapan mereka.Bhaskoro tetap tampil bersahaja—hanya kaus oblong hitam polos dan jins pudar—namun atmosfer di sekelilingnya kini telah berubah total. Tidak ada lagi sisa-sisa keputusasaan dari masa lalunya ya

  • Makin Lama Makin Asyik   Bab 57: Sisi Liar Sang Flamboyan Bangkit

    Risma yang mendengarnya langsung merasakan pipinya memanas merah merona. Dia melirik sekilas ke arah Popi yang berjalan di sampingnya, lalu menatap punggung tegap Bhaskoro yang sedang melangkah mantap di depan mereka.Janda cantik itu tahu betul, di balik penampilan sederhananya saat ini, Bhaskoro a

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status