Pukul dua siang, pasien terakhir menutup pintu di belakangnya.Caelan meletakkan penanya di atas meja dan mengembuskan napas pelan. Pagi yang panjang—lebih panjang dari biasanya, sebagian karena tubuhnya yang belum sempat beristirahat dengan benar sejak malam kemarin, sebagian lagi karena setiap pasien hari ini datang dengan kondisi yang butuh lebih dari sekadar diagnosis cepat.Dia berdiri, mengambil jaketnya dari sandaran kursi.Makan siang. Itu yang pertama.Tangannya baru saja menyentuh gagang pintu ketika pintu itu terbuka dari luar.Caelan mundur setengah langkah.Dan ekspresinya berubah, kebalikan dari apa yang biasa dia tunjukkan sebagai dokter yang ramah dan hangat.Di ambang pintu, berdiri empat orang yang tidak ada dalam daftar pasiennya.Gerard Hale, Margaret, Preston, dan Serena.Margaret yang masuk lebih dulu, dengan senyum yang sudah sangat terlatih untuk terlihat hangat, senyum yang tidak ada hubungannya dengan ketulusan tapi sudah sangat terbiasa menggantikan fungsiny
Read More