Hari demi hari dihabiskan Lyra hampir sepenuhnya di dalam laboratorium. Berada di antara tumbuhan herbal, peralatan, dan perlengkapan kimia itu, membuat Lyra merasa nyaman. “Aaah… senangnya jadi sosok yang nyaris tak kasat mata,” ucap Lyra sambil meregangkan badannya.Jika tidak ada panggilan untuk melayani Sang Alpha dan pasangan barunya, Lyra bahkan sampai lupa makan, karena tenggelam dalam kesibukannya.Dia pun menyadari bahwa cintanya sudah benar-benar mati terhadap Ronan. Bagaimana tidak, pria itu sendiri yang memberikan alasan jitu padanya.Tidak hanya memperlakukannya sebagai sosok wanita yang tak layak disandingnya, ia pun merampas hak Lyra. Meski begitu, Lyra sudah tak peduli lagi. Justru dia merasa bersyukur, karena diacuhkan sedemikian rupa.“Ternyata, aku jauh merasa lebih bahagia dengan hidup tanpa cinta begini. Ibu, maafkan aku yang tak bisa menjaga peninggalanmu. Namun, kehangatanmu masih ada di hatiku, ada atau tanpa selimut itu sekalipun.” Lyra menyeka sudut matanya
Last Updated : 2026-05-13 Read more