Hari demi hari setelahnya, dihabiskan Lyra hampir sepenuhnya di dalam laboratorium. Berada di antara tumbuhan herbal, peralatan, dan perlengkapan kimia itu, membuat Lyra merasa nyaman. Meskipun sejak kemarin ia semakin dianggap ‘tak ada’ oleh sekitar, namun menurutnya situasi ini lebih baik dari pada sebelumnya. Semenjak dirinya secara tak resmi lengser dari kedudukannya sebagai pasangan Alpha, dia tak perlu lagi tampil di publik untuk mendukung Ronan pula. Jika tidak ada panggilan untuk melayani Sang Alpha dan pasangan barunya, Lyra bahkan sampai lupa makan, karena tenggelam dalam kesibukannya. Lyra pun menyadari bahwa cintanya sudah benar-benar mati terhadap Ronan. Bagaimana tidak, pria itu sendiri yang memberikan alasan jitu padanya. Tidak hanya memperlakukannya sebagai sosok wanita yang tak layak disandingnya, ia pun merampas hak Lyra. Meski begitu, Lyra sudah tak peduli lagi. Justru dia merasa bersyukur, karena diacuhkan sedemikian rupa. Dia menarik nafas dalam-dalam, lalu
Read more