Dia terus memanggil namaku sampai akhirnya kedua kakinya melemas. Tubuhnya kembali jatuh keras ke lantai, dahinya terbentur hingga berdarah.Namun, dia tetap tidak menyerah. Dia merangkak mati-matian, berusaha mencariku. Pada akhirnya, dokter yang datang terpaksa menyuntiknya dengan obat penenang. Lalu dia kembali pingsan.Setelah sadar lagi, Heston terlihat seperti sudah kembali normal. Di siang hari, dia bekerja seperti orang gila. Bahkan lebih gila daripada sebelumnya.Dulu dia bekerja demi Keluarga Pranata, sekarang demi melumpuhkan dirinya sendiri. Dia berubah seperti mesin yang tak kenal lelah, mengurung diri di kantor dari pagi sampai malam. Dia tidak pernah lagi menyebut namaku, bahkan tidak lagi melihat ponselnya, seolah dalam hidupnya tidak pernah ada seorang Mandy.Sampai suatu malam bersalju lebat.Di jalanan, dia melihat sebuah sosok dari belakang.Sosok itu memakai mantel berwarna cokelat, rok panjang lurus, rambut panjang terurai. Perawakannya sangat mirip denganku.Pada
더 보기