Short
Misi Menaklukkan Pria Demi Keselamatanku Dan Anakku

Misi Menaklukkan Pria Demi Keselamatanku Dan Anakku

By:  MerryanaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
589views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Aku ... nggak bisa ngasih dokumen itu ke kamu, tapi yang lain semuanya bisa kuberikan." Aku menatap kartu keluarga di telapak tanganku dengan tatapan kosong. Butuh waktu lama sebelum akhirnya aku berhasil mengucapkan satu kalimat, "Kenapa dulu kamu nggak bilang?" Heston mengangkat bahu dan memperlihatkan senyum yang tidak terlalu merasa bersalah. "Aku kira, yang lebih kamu pedulikan adalah diriku." Setelah terdiam sesaat, aku bertanya dengan bibir gemetar, "Kalau aku tetap menginginkan akta nikah itu?" Dia mungkin tidak pernah menyangka, tanpa surat itu .... Yang akan dihadapinya adalah dua nyawa dalam satu mayat.

View More

Chapter 1

Bab 1

Baru saja tiba di kantor catatan sipil, Heston berbisik di telingaku, "Sebenarnya, aku sudah ada anak."

Tatapannya padaku tampak begitu tulus. "Aku ... nggak bisa ngasih dokumen itu ke kamu, tapi yang lain semuanya bisa kuberikan."

Aku menatap kartu keluarga di telapak tanganku dengan tatapan kosong.

Butuh waktu lama sebelum akhirnya aku berhasil mengucapkan satu kalimat, "Kenapa dulu kamu nggak bilang?"

Heston mengangkat bahu dan memperlihatkan senyum yang tidak terlalu merasa bersalah. "Aku kira, yang lebih kamu pedulikan adalah diriku."

Setelah terdiam sesaat, aku bertanya dengan bibir gemetar, "Kalau aku tetap menginginkan akta nikah itu?"

Dia mungkin tidak pernah menyangka, tanpa surat itu ....

Yang akan dihadapinya adalah dua nyawa dalam satu mayat.

....

Heston tidak berkata apa-apa. Dia hanya menatapku datar, seolah pertanyaanku sama sekali tidak perlu ditanyakan.

Beberapa saat kemudian, dia menghela napas dan mengusap air mata di sudut mataku, lalu menjawab pelan. "Dia adalah penyelamat nyawa orang tuaku, juga sahabat lama Keluarga Pranata. Aku mencintaimu, tapi yang bisa menjadi istriku hanya dia."

Ketidakrelaan, keluhan, dan kemarahan memenuhi dadaku. Membuat tenggorokanku hingga terasa berdarah. Sambil bicara, dia membawa tubuhku yang masih terpaku masuk ke dalam Maybach.

"Anak itu juga terjadi karena mereka memberiku obat. Syarat agar kamu bisa masuk ke Keluarga Pranata adalah aku harus mempertahankan anak itu."

Heston berhenti sejenak lalu menoleh. "Mandy, aku nggak punya perasaan sama dia. Yang kamu cintai itu aku, bukan secarik kertas itu ...."

Itu bukan sekadar kertas biasa.

Itu adalah nyawaku.

Itu adalah syarat agar aku bisa berdiri di sisinya, satu-satunya sandaran agar anak dalam kandunganku bisa lahir dengan selamat. Suara dingin dari sistem tiba-tiba meledak di dalam benakku dan berulang kali mengingatkan:

"Target menaklukkan tokoh utama pria gagal! Proses penghapusan akan segera dimulai!"

"Kamu masih punya kesempatan terakhir selama 48 jam."

Aku memejamkan mata sambil menahan semua emosi, lalu menarik ujung lengan bajunya dan berpura-pura memohon, "Aku nggak peduli soal anak itu, tapi aku mau suratnya."

Wajah Heston langsung memburuk, sorot matanya perlahan berubah berbahaya. "Jadi kamu mau aku mengambil risiko kehilangan hak waris, pulang ke rumah, bertengkar besar, lalu menceraikannya hanya demi memberimu selembar kertas?"

"Mandy, sejak kapan kamu jadi seegois ini?"

Begitu kata-kata itu selesai, lengan bajunya langsung ditarik menjauh dari genggamanku.

Dadaku terasa seperti dihantam keras hingga nyeri. Aku menatap pria itu lewat kaca spion depan mobil. Tetap tampan dan berkelas, alis serta matanya masih sama seperti dulu.

Namun di dalam tatapan penuh kelembutan itu, kini ada sedikit ketidaksabaran. Air mata datang lebih cepat daripada emosiku sendiri dan menetes pelan ke telapak tanganku.

Pada akhirnya, Heston tetap tidak tega. Dia mengeluarkan sapu tangan dan perlahan mengusap air mataku.

"Aku janji, diriku ini milikmu, status nyonya itu milikmu, bahkan seluruh hartaku juga akan menjadi milikmu dan anak-anak nanti. Jadi jangan menangis lagi ... ya?" Dia mengucapkan kata-kata yang menurutnya sangat penuh cinta, tetapi malah membuatku tak mampu berkata apa-apa.

Dia mengira ....

Yang selama ini kuperjuangkan adalah status dan hak waris yang dibawa oleh surat itu.

"Aku kasih kamu kesempatan untuk memilih. Entah upacaranya tetap dilanjutkan seperti biasa, atau ...."

Jari telunjuk Heston memainkan rambut panjangku, menatapku dengan penuh keyakinan.

Sama seperti lima tahun lalu, saat dia berlutut sambil membawa bunga tulip dan berkata akan memberiku sebuah rumah. Dia begitu yakin aku tidak akan menolaknya.

Di tengah tatapan kami yang saling bertemu, aku memilih diam. Perut bagian bawahku yang sedikit menonjol kuusap perlahan cukup lama, lalu aku mengangguk.

Heston, aku juga memberimu kesempatan untuk memilih.

Entah kamu menjadi ayah bagi anakku ... atau bersiap mengurus jenazah aku dan anakmu sendiri.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status