LOGIN"Aku ... nggak bisa ngasih dokumen itu ke kamu, tapi yang lain semuanya bisa kuberikan." Aku menatap kartu keluarga di telapak tanganku dengan tatapan kosong. Butuh waktu lama sebelum akhirnya aku berhasil mengucapkan satu kalimat, "Kenapa dulu kamu nggak bilang?" Heston mengangkat bahu dan memperlihatkan senyum yang tidak terlalu merasa bersalah. "Aku kira, yang lebih kamu pedulikan adalah diriku." Setelah terdiam sesaat, aku bertanya dengan bibir gemetar, "Kalau aku tetap menginginkan akta nikah itu?" Dia mungkin tidak pernah menyangka, tanpa surat itu .... Yang akan dihadapinya adalah dua nyawa dalam satu mayat.
View MoreHalaman terakhir.Tulisannya sangat berantakan, bahkan masih ada bekas air mata di atasnya. Kebenaran yang tertulis satu per satu itu seperti pisau tajam yang menusuk langsung ke jantungnya.Ternyata sejak awal aku sudah menuliskan semua kenyataan di buku harian itu. Andai saja dia sedikit lebih peka. Andai saja dia sedikit lebih percaya padaku. Dia sebenarnya punya banyak cara untuk memecahkan jalan buntu ini, tetapi dia malah tidak pernah menganggapnya serius.Dia hanya mengira aku sama seperti wanita-wanita lain yang mengincar hartanya. Mencintai uangnya. Mencintai status dan kedudukannya.Saat memikirkan itu, pria itu akhirnya benar-benar kehilangan kendali."Aaaah!"Heston memeluk buku harian itu dengan erat, meringkuk di lantai sambil berguling seperti orang gila. Dari tenggorokannya keluar raungan serak yang bahkan tidak terdengar seperti suara manusia."Aku ini pria macam apa ... aku benar-benar binatang!""Aku yang membunuh Mandy, membunuh anak kami! Aku!"Buk!Dia menghantamk
Dia terus memanggil namaku sampai akhirnya kedua kakinya melemas. Tubuhnya kembali jatuh keras ke lantai, dahinya terbentur hingga berdarah.Namun, dia tetap tidak menyerah. Dia merangkak mati-matian, berusaha mencariku. Pada akhirnya, dokter yang datang terpaksa menyuntiknya dengan obat penenang. Lalu dia kembali pingsan.Setelah sadar lagi, Heston terlihat seperti sudah kembali normal. Di siang hari, dia bekerja seperti orang gila. Bahkan lebih gila daripada sebelumnya.Dulu dia bekerja demi Keluarga Pranata, sekarang demi melumpuhkan dirinya sendiri. Dia berubah seperti mesin yang tak kenal lelah, mengurung diri di kantor dari pagi sampai malam. Dia tidak pernah lagi menyebut namaku, bahkan tidak lagi melihat ponselnya, seolah dalam hidupnya tidak pernah ada seorang Mandy.Sampai suatu malam bersalju lebat.Di jalanan, dia melihat sebuah sosok dari belakang.Sosok itu memakai mantel berwarna cokelat, rok panjang lurus, rambut panjang terurai. Perawakannya sangat mirip denganku.Pada
Aku menatap air mata yang menggenang di mata pria itu, menatap dadanya yang naik turun hebat karena menangis sampai sesak.Untuk sesaat, aku sempat linglung. Dia memang benar-benar mencintaiku, juga benar-benar peduli padaku.Namun, permohonanku sebelum mati. Surat pemeriksaan kehamilan yang disobeknya. Pesta pernikahan tidak masuk akal itu ....Semuanya dengan jelas menunjukkan betapa egois dan dinginnya pria ini.Mencintainya selama lima tahun adalah kesalahanku. Gagal menyelesaikan misi juga kesalahanku. Karena itu, sebagai hukuman, mati bersama anakku adalah akhir terbaik.Jadi sekarang, entah penyesalan maupun rasa bersalahnya, semuanya terlihat sangat lucu di mataku. Aku membuka mulut, berkata dengan suara dingin, "Heston, berhentilah membuang tenaga. Aku sudah mati.""Bukankah kamu penasaran kenapa aku bisa mati hanya dengan satu tusukan? Karena aku adalah seorang pengemban misi dan kamu adalah target misiku.""Hari itu, selama kamu mau masuk ke kantor catatan sipil bersamaku da
Kedua orang tua Keluarga Pranata segera berlari menghampiri, membungkuk membantu Devina dan anaknya berdiri sambil memanggil mereka dengan penuh sayang. Namun saat menoleh ke arah Heston, mereka langsung melontarkan tuduhan keras."Demi wanita mati itu, kamu sampai mencelakai cucuku sendiri?! Kamu benar-benar sudah gila!"Pria itu menggertakkan giginya, lalu memaksakan diri berkata, "Benar! Aku memang gila! Kalian yang membuatku jadi gila! Pergi! Semuanya pergi dari sini!"Heston mengerahkan seluruh tenaganya untuk meraung. Ratusan kilatan kamera wartawan langsung membanjirinya. Seluruh sisi memalukan dari putra kebanggaan Kota Harsa itu terekam jelas dalam lensa mereka.Saat melihat tubuhku dibawa semakin jauh oleh para tenaga medis yang mengelilingiku ....Mata Heston mendadak memutih dan tubuhnya terjatuh ke genangan darah.Dia pingsan.Seketika, seisi lokasi itu dipenuhi jeritan dan teriakan minta tolong. Suaranya begitu berisik dan kacau.Aku menatap semuanya dengan dingin. Meliha












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.