Nora menegur dengan nada manja, "Aku sudah setua ini, tapi kamu masih nempel terus."Meskipun mulutnya berkata begitu, gerakan tangannya jauh lebih jujur.Dia mengangkat tangan melewati tubuh Lorraine, lalu merapikan selimut di belakang punggungnya. "Masih sama seperti waktu kecil. Sudah pantas jadi ibu, tapi masih saja seperti monyet kecil. Entah kapan kamu dan Delvin mau punya anak. Sudah dua tahun nikah, sudah waktunya mikirin urusan anak ...."Nora terus mengomel. Lorraine mendengarnya dengan jelas. Namun, dia sengaja menggesekkan dagunya ke bahu sang nenek sambil berkata, "Nenek ngomong apa sih? Aku nggak pakai alat bantu dengar, jadi nggak dengar apa-apa!"Di tengah gelap malam, mata wanita tua itu kembali memerah, bahkan sampai menangis pelan dua kali. "Dulu aku memang nggak seharusnya membiarkanmu ikut ayahmu ngejar penculik itu. Kamu juga nggak akan melihat kejadian mengerikan yang menimpa ayahmu. Cucuku yang begitu baik hati, cantik, pintar, dan lucu ini jadi nggak bisa denga
Mehr lesen