Se connecter"Kamu sudah menikah dua tahun dan kita sudah melakukannya 666 kali." "Kakak, menurutmu Kakak Ipar tahu nggak?" Setelah pendengarannya pulih, hal pertama yang didengar Lorraine Sentosa adalah adik angkat suaminya mengatakan kalimat itu kepada suaminya. Suaminya berselingkuh. Lorraine tidak menangis, tidak membuat keributan, juga tidak mencoba mempertahankan pernikahan itu. Dia diam-diam mencari perjanjian pranikah mereka. Di atas perjanjian itu tertulis: [ Pihak yang berselingkuh harus keluar tanpa membawa apa pun. ] .... Delvin Hermanto selalu menunggu Lorraine menoleh kembali padanya. Namun, yang dia dapatkan malah Lorraine menjadi perancang utama perayaan tingkat nasional. Menjadi wanita pertama yang memenangkan juara umum GlobalBest di negara mereka. Menjadi sosok yang dikelilingi para petinggi dan master ternama yang dipuja. Delvin panik. Dia merendahkan diri berlutut di kaki Lorraine, jemarinya yang gemetar mencengkeram ujung gaun Lorraine. "Dulu kamu rela memberikan segalanya untukku. Apa kamu benar-benar tega meninggalkanku begitu saja? Lorraine ... cintai aku sekali lagi, ya?" Lorraine bahkan tidak meliriknya. Dengan mata kepalanya sendiri, Delvin melihat Lorraine berlari penuh bahagia ke pelukan pria lain yang begitu terhormat dan mulia. Pria itu memanjakannya bak harta paling berharga. .... Saat Hari Valentine, Derby Sanjaya mengerutkan kening melihat bunga yang dikirim ke rumah. "Buang saja. Mengganggu mata. Berani-beraninya orang sembarangan saja mendekat." Lorraine sengaja menggodanya. "Padahal lumayan bagus." Malam itu, Lorraine memegangi pinggang rampingnya sambil tak kuasa mengeluh, "Jelas-jelas sudah pensiun dari militer bertahun-tahun, kenapa stamina pria itu masih sedahsyat ini!"
Voir plusLorraine terdiam.Jordi melanjutkan, "Kalau kemarin benar-benar terjadi kecelakaan gara-gara kembang api di lokasi pernikahan, seluruh hartaku pun belum tentu cukup buat ganti rugi. Aku juga harus berterima kasih karena kamu bersikeras mempertahankan pendapatmu."Lorraine berkata itu memang sudah seharusnya. "Pak Jordi, mulai sekarang nggak perlu panggil aku seformal itu. Panggil saja Raine."Jordi langsung mengerti. "Tenang saja. Aku jamin kejadian seperti ini nggak akan terulang lagi. Kalau sampai ada lagi, langsung telepon aku saja."Lorraine berbasa-basi beberapa kalimat, lalu menutup telepon.Nora langsung bertanya dengan penasaran. Lorraine pun menjelaskan dengan singkat.Nora mengangguk, lalu menghela napas. "Pada akhirnya, mereka tetap harus menghormati Delvin."Lorraine memeluk lengan Nora sambil bermanja-manja. "Nggak juga. Cucumu ini memang hebat. Nenek tunggu saja."Nora langsung tertawa terbahak-bahak. Baru tertawa beberapa saat, dia buru-buru memegangi dada. "Nggak boleh
Suara rendah di sampingnya terdengar mantap.Lorraine mengangkat kepala dengan susah payah. Bibir penuhnya terkatup rapat sebelum menjawab, "Aku nggak apa-apa."Dia sudah cukup merepotkan karena menumpang mobil Derby untuk pulang.Baru saja selesai bicara, rasa sakit tajam kembali menyerang. Lorraine tanpa sadar menarik napas dalam-dalam.Gilga mendengarnya dengan jelas. Dia berkata, "Rest area terdekat masih sekitar 40 menit lagi, Bu. Gimana kalau minum air hangat dulu? Aku coba bawa mobil lebih cepat."Bahkan sebelum Lorraine sempat menjawab Gilga, tangan yang menekan perutnya sudah lebih dulu digenggam.Derby menggenggam tangannya, lalu meletakkannya di atas lututnya sendiri, membuat telapak tangan Lorraine menghadap ke atas."Tahan sebentar."Ibu jari Derby menekan tepat di bagian dalam pergelangan tangannya. Tekanannya kuat. Rasa pegal dan ngilu langsung menjalar di sepanjang lengan, dan sakit lambungnya benar-benar sedikit mereda.Lorraine terpaku. Dia hanya bisa menatap bulu mat
Alyssa membuka aplikasi pemesanan taksi.Setelah melakukan pemesanan, dia melihat lingkaran pencarian terus melebar mencari mobil di sekitar, tetapi selama 2,5 menit tidak ada respons sama sekali. Hingga akhirnya, pesanan otomatis dibatalkan.Alyssa mengentakkan kaki. "Hotel sebesar ini kok nggak bisa dapat taksi sih? Aku coba lagi ...."Lorraine menepuk bahu Alyssa. "Kita jalan sedikit ke depan saja. Siapa tahu ketemu taksi di jalan."Meskipun hotelnya besar, tempat ini berada di kawasan baru yang baru dikembangkan. Tidak seramai pusat kota dengan kehidupan malamnya. Ini hal yang wajar.Alyssa tidak keberatan. Dia merasa badannya kuat. Hanya saja, melihat wajah Lorraine yang pucat, dia jadi khawatir. "Kak Raine, kamu kuat nggak?"Lorraine tersenyum sambil menggeleng. "Aku nggak apa-apa."Mereka berdua berjalan menyusuri pinggir jalan. Semakin berjalan, jalan terasa semakin panjang. Semakin berjalan, lambung Lorraine juga semakin sakit.Namun dia tahu, kalau dirinya tumbang, Alyssa pas
Perut Lorraine memang sudah tidak nyaman sejak tadi. Kakinya langsung lemas setelah didorong, lalu dia jatuh terduduk ke tanah.Melihat itu, Alyssa berteriak kepada fotografer itu dan asistennya, "Coba saja kalian berani main tangan lagi! Aku langsung lapor polisi!"Fotografer itu mencibir sambil menunjuk Lorraine. "Kamu sengaja pura-pura jatuh di lokasi pernikahan orang begini, masih punya etika kerja nggak sih? Masih tahu malu nggak?"Alyssa langsung naik pitam. Dia menunjuk fotografer itu. "Kamu ngomong sama siapa? Mulutmu bisa dijaga sedikit nggak?!"Fotografer itu langsung mencengkeram lengan Alyssa. "Berani juga kamu nunjuk-nunjuk aku sambil maki-maki?"Lorraine sudah kesakitan karena lambungnya, tetapi dia tetap mengambil sepotong batu bata dari tanah, lalu bangkit. "Lepaskan dia! Kalau nggak, alat kerja yang jadi sumber nafkahmu juga akan kuhancurkan!"Fotografer itu malah tertawa sambil mendekati Lorraine. "Ayo, jangan cuma hancurin alat kerjaku. Sekalian saja hancurin kepalak
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.