Lorraine langsung merasa canggung. Wajah mungilnya yang sudah tegang kini makin merah karena malu.Derby melanjutkan topik tadi. "Aku bilang ke dia, ini apartemenku. Nanti waktu bicara sama dia, kamu harus lebih hati-hati."Lorraine segera mengangguk. "Oke. Terima kasih, Pak Derby."Nora duduk kembali. Dia mendongak dan melihat keduanya sedang berbisik-bisik. Senyuman langsung terukir di bibirnya."Sudah, sudah, jangan ngobrol terus. Cepat makan. Habis makan, kalian berdua bisa lanjut ngobrol. Kalau kelamaan, makanannya keburu dingin."Roman melirik keduanya, lalu mengatupkan bibir kecilnya. Beberapa saat kemudian, dia tiba-tiba mendongak dan bertanya kepada Lorraine, "Mama bertengkar sama Om Delvin ya?"Begitu pertanyaan itu terlontar, Nisya sampai lupa melanjutkan makan daging kecapnya. Matanya langsung tertuju pada Lorraine.Dalam sekejap, Lorraine menjadi pusat perhatian di meja makan. Dengan canggung, dia memberanikan diri untuk menjawab Roman, "Ya. Akhir-akhir ini Mama sama dia m
Read more