Panggilan itu berasal dari Dian.Gladys berpikir, bagi orang yang punya kekuasaan dan pengaruh, mencari informasi apa pun sangatlah mudah. Misalnya, nomor ponsel barunya pun sudah diketahui oleh Dian.Dia mengangkat telepon. Dian tidak bertele-tele dan langsung bertanya, "Jam berapa kalian sampai hari ini?"Gladys menjawab, "Sebentar lagi aku berangkat.""Sekarang Marshel ada sama kamu, 'kan?"Kali ini Gladys sempat ragu. Dia baru saja ingin menjawab iya. Namun, Dian sudah lebih dulu mendengus. "Dia sibuk apa lagi?""Hari ini kalian harus datang sama-sama. Kalau nggak, menurutmu apa yang akan dipikirkan orang?"Kini Gladys sudah lebih pintar. Dia tidak lagi terang-terangan membantah Dian. "Baik."Setelah telepon ditutup, Gladys ragu cukup lama. Akhirnya dia tetap menelepon Marshel. Walaupun dia tahu Marshel belum menyimpan nomor barunya, tetap saja dia harus menjalani prosedur sewajarnya.Sesuai dugaan, Marshel tidak mengangkat telepon. Bahkan pagi ini dia sudah pergi sangat awal tanpa
Magbasa pa