Marshel tentu saja juga mendengar kabar itu. Namun, dia tidak menunjukkan keterkejutan yang berarti.Setelah mendengarnya, dia sedikit mengangkat dagu dan berkata dengan tenang, "Waktunya masih panjang. Nggak perlu terburu-buru."Seketika, Ingrid menangkap maksudnya. Berarti Marshel sudah punya rencana. Hanya dengan mendengar perkataan itu saja, hatinya langsung jauh lebih tenang.Baginya, Marshel adalah sandaran sekaligus penunjuk arah. Selama Marshel ada di sisinya, tidak ada hal yang tidak bisa dia selesaikan.Meskipun saat ini dia sebenarnya mulai merasa gelisah, senyum manis tetap menghiasi wajahnya.Zayyan melirik ekspresi Ingrid, lalu tersenyum. Namun, dia masih merasa heran. "Kita semua tahu betapa ketatnya Akademi Pengobatan Tradisional Nasional. Apa karena usia Pak Fabian sudah bertambah, beliau mulai nggak bisa membedakan mana yang lebih penting?"Terang-terangan memberi kemudahan kepada perusahaan putranya sendiri, apa Fabian tidak khawatir nama baiknya akan tercoreng?Mars
Read more