"Mommy tanya sekali lagi, kamu mau kemana Devian."Nada suara yang penuh penekanan itu, sukses membuat air mata yang ditahan Devian lolos begitu saja. Namun, bukan kemarahan Carina yang membuat Devian menangis. Melainkan.. "M-mommy?" tanya Devian dengan lirih, ia membalikan tubuhnya agar bersitatap dengan Carina. Perasaan hangat menyeruak dihati Devian, ia menatap Carina dengan linglung sekaligus tak percaya. Apa Devian tak salah dengar?. Namun, kata 'Mommy' terasa jelas, dari pada saya, ataupun aku. "Apa sekarang mommy, sudah menganggap aku sebagai anaknya?" batin Devian, air mata nya mengalir deras membuat Carina mengerjapkan matanya. "Ada apa denganmu? Mengapa menangis?" tanya Carina dengan kerutan didahinya.Carina bukanlah wanita yang menyukai anak kecil, tapi ia juga tak membencinya. Dan sampai saat ini Carina masih bingung, cara menghadapi anak kecil. "M-mommyy" panggil Devian dengan sendu, dengan bibir yang melengkung ke bawah. "Kenapa?" tanya Carina yang terlihat bing
Huling Na-update : 2026-06-25 Magbasa pa