"Siapa yang mengijinkanmu masuk ke sini, jalang kecil? Keluar kau dari ruangan ku!" Xavier menatap Aura dengan sorot mata yang dipenuhi dengan kebencian palsu."Aku tahu kau pasti sedang sakit, Xavier. Biarkan aku membantumu," ujar Aura terdengar lirih dan penuh kecemasan."Apa kau tuli? Aku bilang, keluar!" Untuk kesekian kalinya Xavier kembali membentak Aura. "Aku muak melihatmu! Keluar, dan jangan tunjukkan wajah menjijikkanmu itu di hadapanku!"Aura terkesiap, langkahnya mundur seketika. Rasa sakit kembali menancap di dadanya, mendengar makian kasar dari mulut Xavier tersebut.Melihat sorot pilu dari tatapan mata Aura, membuat Xavier semakin merasakan sakit pada salah satu organ tubuh bagian dalamnya. Namun dengan sekuat tenaga ia menahan rasa sakitnya itu.Bentakan keras dan pecahan vas kristal yang berserakan di lantai, membuat tubuh Aura membeku. Kakinya seolah terpaku, sementara dadanya terasa dihantam oleh rasa sesak yang sangat luar biasa."Baiklah, Tuan Valerius. Jika kehad
Baca selengkapnya