Aura tersentak pelan. Senyum sinisnya membeku seketika, saat melihat sosok tinggi tegap berdiri di ambang pintu kamarnya.Xavier Valerius.Pria itu berdiri memakai kemeja hitam yang lengannya tergulung hingga ke siku. Tampak sempurna, dominan dan tidak tersentuh seperti biasanya. Namun jika Aura memperhatikannya dengan lebih jeli, ada guratan samar pucat di sekitar rahangnya dan manik matanya yang sedikit lebih meredup dari biasanya. Ya, saat ini Xavier masih bertarung habis-habisan melawan rasa sakitnya, tapi dia memaksakan diri untuk terlihat kuat di depan Aura dan seolah tidak pernah terjadi apa-apa padanya."Siapa yang kau maksud tadi, kelinci kecil?" Xavier mengulang kembali pertanyaannya.Dia berjalan perlahan, berusaha agar langkah kakinya yang masih sangat lemas tetap seimbang demi bertemu dengan Aura.Mina yang melihat tuannya, langsung menundukkan kepala dalam-dalam. "T-Tuan Muda....""Keluarlah, Mina." Suara Xavier terdengar dingin, lebih parau dari biasanya."Baik, Tuan,"
Read more