MasukTidak pernah diperlakukan layaknya sebagai seorang anak, diusianya yang ke dua puluh tahun Aura Arabella dijual oleh ayahnya pada seorang CEO kejam, demi melunasi hutang perusahaan dan kepentingan pribadi keluarganya yang serakah. Aura yang rapuh akhirnya berubah drastis menjadi seorang wanita yang tangguh dan pandai memainkan topeng kepalsuan. Ia berusaha untuk menaklukkan Xavier Valerius Sang CEO kejam, untuk mencaritahu kebenaran tentang dirinya. Tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya oleh Aura, ternyata Xavier justru menjadi pelindung baginya. Ada satu fakta yang baru terungkap oleh Aura, yakni tentang siapa Xavier Valerius sebenarnya.
Lihat lebih banyak"Siapa yang mengijinkanmu masuk ke sini, jalang kecil? Keluar kau dari ruangan ku!" Xavier menatap Aura dengan sorot mata yang dipenuhi dengan kebencian palsu."Aku tahu kau pasti sedang sakit, Xavier. Biarkan aku membantumu," ujar Aura terdengar lirih dan penuh kecemasan."Apa kau tuli? Aku bilang, keluar!" Untuk kesekian kalinya Xavier kembali membentak Aura. "Aku muak melihatmu! Keluar, dan jangan tunjukkan wajah menjijikkanmu itu di hadapanku!"Aura terkesiap, langkahnya mundur seketika. Rasa sakit kembali menancap di dadanya, mendengar makian kasar dari mulut Xavier tersebut.Melihat sorot pilu dari tatapan mata Aura, membuat Xavier semakin merasakan sakit pada salah satu organ tubuh bagian dalamnya. Namun dengan sekuat tenaga ia menahan rasa sakitnya itu.Bentakan keras dan pecahan vas kristal yang berserakan di lantai, membuat tubuh Aura membeku. Kakinya seolah terpaku, sementara dadanya terasa dihantam oleh rasa sesak yang sangat luar biasa."Baiklah, Tuan Valerius. Jika kehad
Mendengar bisikan Kenzo, Xavier perlahan mendongak. Sorot matanya yang dingin langsung membidik ke arah balkon lantai dua. Di sana, di balik pilar yang gelap, Xavier menangkap siluet tubuh Aura yang sedang terduduk ketakutan menutup wajah dengan kedua tangannya. Xavier tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun. Ia menyerahkan pistolnya kepada Kenzo dengan gerakan santai. "Urus mayat tikus ini, Ken. Jangan sampai meninggalkan noda satu milimeter pun di tempat ini.""Baik, Tuan." Kenzo mengangguk patuh, lalu ia memberi komando pada anak buahnya untuk membersihkan darah yang berceceran di atas rumput taman belakang kediaman Valerius tersebut. Xavier dengan sikapnya yang terlihat tenang, berjalan masuk ke dalam mansion, menaiki anak tangga satu demi satu tanpa suara. Ketika ia masuk ke dalam kamar yang terletak di samping kamar pribadinya, ia mendapati Aura sedang meringkuk di atas ranjang menyelimuti sekujur tubuhnya hingga ke kepala. Aura pura-pura tidur, namun detak jantungnya sepert
Bramasta dan Sarah memang sepasang manusia serakah dan mempunyai pikiran yang picik. Bagi mereka, Aura tak lebih dari sekedar mesin pencetak uang yang bisa dimanfaatkan kapanpun mereka butuh. Otak licik Bramasta pun tidak lepas dari dukungan istrinya yang sama-sama haus akan kekayaan. Pria itu menyeringai layaknya iblis, membayangkan semua rencananya akan berhasil dan mereka pun segera meraup banyak keuntungan dari Xavier. Sementara dua pria bertubuh kekar suruhan Bramasta, kini mulai menjalankan tugasnya dengan beraksi sebagai pengintai. "Kau tetap berjaga di sini. Aku akan mencaritahu seluk-beluk toko Nona Aura," ujar salah satu dari pria berpenampilan seperti preman itu. Sedangkan di dalam kediaman pribadi Valerius, saat ini Aura sedang terduduk di tepi ranjangnya. Dia memakai baju tidur berbahan sutra warna biru muda, yang cocok dengan warna kulitnya yang putih susu. Tidak lama kemudian, pintu kamar terbuka dan muncul sosok Xavier yang baru saja selesai dengan urusannya. Ia m
Xavier menaikkan sebelah alisnya. Matanya yang tajam seperti elang, menyelami manik mata Aura. Keheningan di dalam ruang bawah tanah itu terasa semakin mencekik saat pria berwatak dingin tersebut melipat tangan di depan dadanya. Bahkan Mina dan dua pengawal kepercayaan Xavier pun terdiam seribu bahasa sambil tertunduk, tanpa ada yang berani mengangkat wajah mereka. "Persyaratan?" Xavier Valerius terkekeh sumbang, sebuah suara rendah yang sarat akan nada meremehkan. "Kau sedang dalam posisi tidak bisa menawar, Aura. Kau sudah aku beli dengan membayar lunas dari pria picik yang kau panggil ayah itu. Tapi ... karena aku masih bisa berbaik hati padamu, cepat katakan persyaratan apa yang kau inginkan?"Aura menarik napas dalam-dalam, mengabaikan hawa dingin di sekelilingnya dengan berusaha kembali memasang topeng keberanian di depan Xavier. "Aku ingin kau memberikan kebebasan padaku untuk tetap mengurus usaha kecil-ku di dunia fashion, Tuan Valerius. Aku sudah merintisnya beberapa bula
Mansion Xavier tidak seperti rumah minimalis kediaman keluarga Bramasta Wijaya, yang terlihat hangat di permukaan namun busuk di dalam. Tempat ini adalah sebuah monumen kekuasaan yang jujur, dingin, megah dan tak tertembus oleh orang sembarangan. Terletak di puncak perbukitan yang terisolasi, bangu
Malam itu, Jakarta diguyur oleh hujan badai yang seolah meramalkan sebuah kehancuran. Di ruang kerja yang berbau cerutu dan alkohol mahal, Aura Arabelle berdiri kaku dengan jemari yang saling bertautan. Gaun putih yang melekat pada tubuhnya pemberian dari Sarah—ibunya, terasa seperti kain kafan yan
Malam yang menegangkan itu terasa merayap dengan sangat cepat di kediaman Valerius. Kamar tidur berukuran luas yang di dominasi dengan warna hitam dan abu, menciptakan atmosfer yang intim sekaligus mengintimidasi.Aura berdiri di dekat jendela besar kamarnya dengan perasaan yang berkecamuk, menatap
Kepanikan menyergap Aura sejenak, namun ia segera mengingat topeng kepalsuan yang baru saja ia kenakan pagi ini. Ia harus bersikap seolah tidak merasa melakukan kesalahan apapun, tidak boleh terlihat seperti maling yang tertangkap basah.Dengan gerakan anggun yang sengaja dibuat tenang, Aura memuta
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan