Di balik pilar, Lira menjerit tertahan menutup mulutnya. Dimas mengepal tangannya erat hingga kuku menusuk daging. Guru Hanes memejamkan matanya tak sanggup melihat.Namun di tengah hujan duri maut itu, Kaelen tidak berusaha melompat atau berlari. Dia tidak menghindar. Dia berdiri diam dengan tatapan matanya menatap setiap pergerakan duri-duri itu, melihat struktur energi yang sama persis dengan makhluk di hadapannya."Terlalu cepat untuk dihindari. Tapi tidak terlalu cepat untuk dipahami," gumam Kaelen pelan.Kaelen menggerakkan kedua tangannya melingkar di udara. Dia membentuk pola aneh. Dia mengerahkan elemen Tanah dan Kristal yang baru dia miliki, lalu memancarkan gelombang resonansi yang halus namun luas ke seluruh lantai dan udara di sekelilingnya.[KEMAMPUAN: RESONANSI KESEIMBANGAN DIPAKAI.][EFEK: MENYEARASKAN FREKUENSI DIRI DENGAN LINGKUNGAN DAN OBJEK DI SEKITAR. MEMBATALKAN SIFAT KERAS DAN TAJAM SEMENTARA.]Keajaiban terjadi. Saat duri-duri kristal itu tinggal beberapa senti
Last Updated : 2026-06-30 Read more