Kaelen berdiri tegak di sana. Uap panas berwarna kuning keemasan mengepul keluar dari pori-pori kulitnya. Matanya yang tadinya abu-abu kini berkilat dengan Cahaya Petir yang hidup. Berkedip-kedip setiap kali dia berkedip. Rasa sakit di tubuhnya lenyap digantikan oleh kekuatan yang meluap-luap, begitu besar hingga dia merasa bisa membelah langit jika dia mau.Kaelen menatap Baron yang terhuyung-huyung hampir jatuh. Suaranya rendah namun bergetar dengan kekuatan yang menekan hati semua orang yang mendengarnya."Kau bilang, rasakan kekuatan yang tak bisa aku impikan?" ucap Kaelen pelan namun jelas. "Terima kasih. Berkatmu, aku sekarang mengerti segalanya tentang Petir. Kau benar. Petirmu sangat kuat, sangat cepat, dan sangat menyakitkan. Tapi sayang sekali, kau lupa satu hal penting."Kaelen melangkah maju selangkah. Hanya satu langkah, namun karena energi petir yang mengalir di kakinya, dia seolah berpindah tempat dan sudah berada tepat di depan wajah Baron."Elemen apa pun, sekuat apa
Last Updated : 2026-06-27 Read more