Siren peringatan meraung membelah kesunyian bunker bawah tanah yang pengap. Bau ozon, besi berkarat, dan mesiu bercampur menjadi satu, menciptakan atmosfer mencekam yang menyesakkan dada. Di tengah ruangan laboratorium darurat yang temaram, empat sosok berdiri membeku. Malik, Zhafirah, Wakil Presiden, dan Dr. Anya kembali bersatu setelah badai pertempuran yang memporak-porandakan barisan pertahanan mereka. Namun, tidak ada sorak kemenangan. Ruangan itu justru diselimuti oleh kabut kesedihan yang teramat pekat.Dr. Anya menatap layar monitor yang berkedip-kedip tidak stabil. Jemarinya yang gemetar tertahan di atas papan ketat kendali kuantum. Di dalam benaknya, sebuah rekaman audio terakhir berputar ulang, bergaung seperti lonceng kematian yang enggan pergi. Suara di balik rekaman itu begitu akrab, penuh deru napas yang memburu dan desis statis dari transmisi radio yang sekarat."Dr. Anya... Malik... Aku telah mencapai reaktor. Irawan..
Última atualização : 2026-08-15 Ler mais