"Zara, kamu panggil Arzan di kamar ya. Mama yang akan menyiapkan makanan nya di atas meja" ucap Luna."Iya Ma."Zara pergi memanggil Arzan, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti. "Kamar Arzan di mana Ma?""Di lantai atas."Zara mengangguk, dia naik ke lantai atas dan mendapati kamar Arzan.Tok... Tok... Tok..."Arzan..." panggil Zara. "Arzan..."Zara berulang kali memanggil Arzan tapi tidak ada jawaban.Zara mencoba membuka pintu kamar Arzan, dan ternyata tidak di kunci. Perlahan, Zara masuk ke dalam kamar Arzan. Dia tidak melihat Arzan. "Tuh anak kemana sih."Zara memandangi seluruh isi kamar Arzan. Pandangan nya langsung tertuju pada salah satu foto keluarga Arzan. Difoto itu terdapat foto Arzan saat kecil. "Dia lucu juga ya" gumamnya."Zara, lo ngapain disini?!" Zara membalikkan badannya menoleh ke arah sumber suara. Pemandangan di depan mata Zara, bisa di bilang sangat menguji keimanannya.Arzan baru selesai mandi. Dia keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan handuk yang melilit
Baca selengkapnya