Setelah menetap di kota baru, aku berhasil mendapatkan pekerjaan di galeri seni itu. Tempatnya tidak besar, tetapi pemiliknya baik, dan jam kerjanya teratur.Anna, rekan kerjaku, duduk di seberang meja. Dia gadis yang ceria dan selalu punya banyak hal untuk dibicarakan."Baru pindah ke sini? Dari mana asalmu? Dulu kerja di mana? Pernah punya pacar?" Begitu dia menanyakan pertanyaan terakhir, setengah ruangan kantor langsung terdiam sesaat. Menyadari dirinya salah bicara, dia mengusap hidungnya dengan canggung."Aku cuma bercanda, cuma bercanda."Aku tersenyum, tetapi tidak menjawab.Pekerjaan berjalan lancar. Aku masuk kerja pukul sembilan pagi dan pulang pukul enam sore. Sesekali lembur, makan pesan antar bersama rekan kerja sambil mengobrol santai. Hidupku biasa saja, tetapi sangat tenang.Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku tidak lagi merasa harus langsung memeriksa ponsel setiap kali mendengar bunyi notifikasi di tengah malam.Suatu hari, karena sedang mempersiapkan pame
อ่านเพิ่มเติม