“Dari siapa?” Satya menatap lurus ke arah gelas kopi berlogo kafe mahal yang baru saja diletakkan ke meja oleh Rara. Suaranya terdengar datar, namun ada nada rendah yang menuntut penjelasan. Lalu terlihat pandangan itu bergeser, tertuju pada vas bunga kecil berisi beberapa tangkai bunga peony yang masih segar, kiriman dari Arjuna kemarin. Rara menelan ludah, mendadak merasa gugup di bawah tatapan berwibawa pria itu. Otaknya berputar cepat mencari jawaban yang aman. “Teman lama,” jawab Rara sesingkat mungkin, berusaha terdengar santai. Satya terdiam. Ia tidak bertanya lebih lanjut soal bunga, kopi, atau kotak makanan premium di meja Rara. Namun, reaksi fisiknya tidak bisa berbohong, rahang tegasnya mengeras seketika. Rara terpaku saat mendapati sepasang mata hitam pekat itu menajam. Ada kilat gelap yang asing di sana, sesuatu yang protektif, berbahaya, dan menuntut. Satya melangkah mendekat, meletakkan sebuah map di atas meja Rara. “Aku tunggu di ruangan sampai jam makan sian
Last Updated : 2026-07-07 Read more