Namun pada akhirnya, Tristan tetap kecewa.Orang yang mengetuk pintu ternyata seorang staf dari sebuah yayasan amal. Pria itu tersenyum sopan. "Maaf mengganggu. Anda adalah pacar Bu Irene, bukan?"Tristan sedikit bingung. "Memangnya kenapa?"Staf itu menjelaskan, "Begini. Beberapa waktu lalu Bu Irene menyumbangkan perhiasan, kalung, dan berbagai barang berharga lainnya kepada yayasan kami. Total nilainya lebih dari ratusan miliar. Kami sangat berterima kasih."Dia tidak menyadari pupil mata Tristan yang mendadak menyusut dan terus melanjutkan, "Tapi di antara barang-barang yang disumbangkan Bu Irene, kami menemukan cincin ini. Sepertinya dibuat sendiri. Bersama sebuah surat yang disertakan, mungkin surat cinta. Kami tidak membukanya.""Barangkali Bu Irene nggak sengaja memasukkannya ke sana, jadi kami sengaja mengantarkannya kembali."Setelah menyerahkan barang itu, staf tersebut hendak berpamitan. Namun, Tristan tiba-tiba meraih pergelangan tangannya, seolah-olah itu adalah satu-satun
Read more