Dewa yang mendadak tersadar dari rasa terkejutnya, secepat mungkin merebut ponsel miliknya dari genggaman Zea. "Ha—halo, Oma," sapa Dewa gugup, suaranya naik satu oktav dari biasanya. "Dewa! Apa maksud ucapan Zea barusan?! Apa benar Tiara masih berani menghubungi kamu?!" Suara Oma Dyah dari seberang sana melengking marah, sanggup membuat nyali seorang pengacara itu mendadak menciut. "Bukan, Oma... Enggak begitu. Zea cuma... bercanda tadi," dalih Dewa terbata-bata, berusaha menyusun alasan logis yang sayangnya terdengar sangat tidak meyakinkan. "Bercanda kamu bilang?!" Dewa mendelik tajam ke arah Zea. Namun, sang pelaku utama justru tampak santai tanpa dosa. Gadis itu malah asyik merapikan rambutnya di depan kaca cermin mobil, bahkan sempat menyunggingkan senyum mengejek ke arah Dewa. "Kamu jangan coba-coba main-main sama Oma ya, Dewa! Oma tidak akan tinggal diam kalau kamu masih berani berhubungan dengan perempuan itu lagi!" tegur Oma Dyah tajam. "Iya, Oma..." bis
Última actualización : 2026-07-21 Leer más