Zea tampak bersusah payah menyeret koper berukuran besar dari dalam rumah tepat saat mobil jemputan Dewa tiba. Di sampingnya, Hasan, sang ayah, sudah tampil rapi mengenakan sweter hangat, siap untuk bepergian. "Kenapa bawaannya banyak sekali sampai pakai koper sebesar ini, Ze?" tanya Dewa heran, mengambil alih gagang koper dari tangan Zea. "Itu Papa bawain oleh-oleh untuk Oma, jadi sekalian aku masukin saja ke koper baju," sahut Zea sambil menepuk-nepuk kedua telapak tangannya untuk mengibas debu. Hasan melangkah mendekat lalu menepuk pelan bahu calon menantunya. "Dewa, terima kasih banyak ya sudah repot-repot menjemput dan mengurus semuanya. Om jadi merasa tidak enak hati karena tidak bisa ikut berkontribusi banyak untuk persiapan acara kalian." Dewa tersenyum sopan. "Sama-sama, Om. Tidak perlu merasa begitu, sudah kewajiban Dewa. Jadi, apa semuanya sudah siap? Kita bisa berangkat sekarang?" "Sudah, siap!" angguk Zea cepat. Gadis itu langsung membukakan pintu penump
Última actualización : 2026-07-26 Leer más