Arlo harus melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Elona baik-baik saja dan sedang berbaring di ranjang.Bahkan jika Elona memakinya atau memukulnya, tidak masalah. Asalkan dia selamat.Tiba-tiba, bayangan hari pernikahan mereka muncul di benaknya.Elona pernah berkata kepadanya dengan senyum bahagia, "Arlo, aku nggak pernah menyesal menikah denganmu. Aku tahu kau bakal melindungiku, menyayangiku, dan menjadi pria yang bertanggung jawab."Namun kini, saat mengingat kata-kata itu, dadanya terasa seperti ditusuk benda tajam.Bahkan sebelum mobil benar-benar berhenti, dia sudah membuka pintu dan berlari masuk ke dalam vila."Elona ...." Dia memanggil beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban. Yang terlihat hanya Bik Ika berlari keluar dari kamar tidur dengan wajah panik. Arlo langsung mencengkeram kerah bajunya. Kemarahan yang selama ini dia tahan nyaris meledak, suaranya serak."Di mana nyonya?" Bik Ika gemetar ketakutan dan menjawab terbata-bata, "Nyonya ... nyonya sudah dibawa ke r
Magbasa pa