ログインAku pernah mempermainkan seorang mahasiswa. Setelah dia jatuh cinta padaku, aku malah meminta putus. Beberapa tahun kemudian, setelah meraih kesuksesan dan nama besar, di tengah keterkejutan semua orang, dia menikahiku yang keluarganya sudah jatuh miskin. Semua orang bilang aku sangat beruntung. Namun, mereka tidak tahu bahwa setiap malam dia membawa pulang wanita yang berbeda. Aku tidak menangis, tidak membuat keributan. Namun, justru sikapku itu membuatnya murka. Dia dengan sengaja membuat cinta pertamanya, Vina Dianta, mengandung. Tapi aku tetap tenang tanpa menunjukkan emosi sedikit pun. Seketika dia menekan tubuhku ke dinding. "Elona, sebenarnya kau mencintaiku atau nggak?" Kemudian, aku dan Vina sama-sama mengalami pecah ketuban. Aku berlutut di lantai, mengakui bahwa aku mencintainya, dan memohon agar dia mengantarkanku ke rumah sakit. Dia memelukku erat dengan gembira. "Sudah kuduga! Kau memang pembohong." Kemudian, dia mendorongku dengan kasar, lalu menggendong Vina dan pergi tanpa menoleh lagi. "Nanti baru kuantar kau ke rumah sakit. Rasa sakit saat melahirkan adalah hukuman dariku untukmu!"
もっと見るSenyumnya membeku di wajah. Bibirnya bergerak, tetapi tidak satu kata pun keluar.Air mata mengalir di wajahnya yang pucat, bercampur dengan darah dari luka-lukanya.Aku mencengkeram lengan bajunya erat-erat. Suaraku serak hingga nyaris tidak terdengar. "Apa dia sudah tiada?""Katakan padaku, apa benar begitu?"Tubuhnya bergetar. Arlo mengangguk dengan perlahan. Rasa sakit yang luar biasa membuat wajahnya berkerut kesakitan."Aku yang bersalah padamu .... Elona, setelah kau sembuh, bagaimana kalau kita punya anak lagi? Aku bersumpah, mulai sekarang aku bakal menuruti semua keinginanmu.""Nggak!" Luka operasi sesarku terasa seperti terkoyak kembali. Rasa sakit yang menusuk dari tubuh bagian bawah membuatku hampir kehilangan kesadaran. Aku mencabut jarum infus di punggung tangan dan alat-alat yang terpasang di dadaku, lalu menatapnya dengan mata merah penuh kebencian."Semua ini karena kau! Kaulah yang membunuh anakku! Itu juga anakmu! Dia nggak bersalah! Pergi! Aku nggak mau melihatmu l
Vina terkulai di lantai sambil terus menggelengkan kepala dengan panik. "Nggak, bukan begitu! Bagaimana kau bisa tahu semua itu?""Nggak ada hal di dunia ini yang nggak bisa kuselidiki. Dulu aku terlalu bodoh karena selalu mempercayaimu."Arlo berhenti sejenak, lalu tatapannya berubah penuh kebengisan."Tapi sekarang, di mataku, kau bukan siapa-siapa lagi! Semua penderitaan yang dialami Elona akan kubalaskan padamu seribu kali lipat, bahkan sepuluh ribu kali lipat!""Jangan!" Vina merangkak mendekat, mencengkeram ujung celananya sambil menangis memohon."Aku nggak bakal mengulanginya lagi. Tolong, demi aku yang pernah menyelamatkanmu, maafkan aku kali ini.""Menyelamatkanku?" Arlo murka. Dia menendang tangan Vina hingga terlepas. "Aku sudah menyelidiki semuanya. Orang yang menyelamatkanku waktu itu adalah Elona!"Arlo menoleh dan berteriak kepada para pengawal, "Bawa dia pulang dan gantung terbalik selama delapan jam. Ikat perutnya dengan tali dan setrum selama dua jam. Setelah itu jah
Arlo langsung bangkit berdiri. Dia merebut surat persetujuan operasi dan menandatanganinya dengan tangan gemetar sambil menangis terisak."Gunakan darahku! Cepat! Kalian harus menyelamatkan dia dan anak kami!"...Di ruang perawatan intensif VIP, aku terbaring tidak bergerak. Bagian bawah tubuhku dibalut perban, tubuhku dipenuhi selang medis, sementara cairan obat menetes perlahan melalui selang infus.Ruangan itu begitu sunyi hingga yang terdengar hanya bunyi ritmis alat pemantau medis.Arlo berlutut di samping ranjang. Dia menggenggam erat tanganku, kepalanya tertunduk di tepi ranjang, bahunya terus bergetar menahan tangis.Beberapa saat kemudian, dia mendadak berdiri. Menatap para pengawal di sampingnya, lalu berkata dengan suara sedingin es, "Bawa semua orang yang terlibat hari itu ke sini. Nggak boleh ada satu pun yang tertinggal."Dia ingin mengetahui kebenarannya. Dia ingin memberiku penjelasan. Dia ingin semua orang yang telah menyakitiku mendapat balasan yang setimpal.Setelah
Arlo harus melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Elona baik-baik saja dan sedang berbaring di ranjang.Bahkan jika Elona memakinya atau memukulnya, tidak masalah. Asalkan dia selamat.Tiba-tiba, bayangan hari pernikahan mereka muncul di benaknya.Elona pernah berkata kepadanya dengan senyum bahagia, "Arlo, aku nggak pernah menyesal menikah denganmu. Aku tahu kau bakal melindungiku, menyayangiku, dan menjadi pria yang bertanggung jawab."Namun kini, saat mengingat kata-kata itu, dadanya terasa seperti ditusuk benda tajam.Bahkan sebelum mobil benar-benar berhenti, dia sudah membuka pintu dan berlari masuk ke dalam vila."Elona ...." Dia memanggil beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban. Yang terlihat hanya Bik Ika berlari keluar dari kamar tidur dengan wajah panik. Arlo langsung mencengkeram kerah bajunya. Kemarahan yang selama ini dia tahan nyaris meledak, suaranya serak."Di mana nyonya?" Bik Ika gemetar ketakutan dan menjawab terbata-bata, "Nyonya ... nyonya sudah dibawa ke r












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
レビュー