Lin Xinyan, dengan kepekaan instan dari ranah Pendirian Pondasinya, langsung merasakan perubahan ritme napas Long Chen yang super tipis. Dia mengangkat kepalanya dari bahu kokoh sang suami, menatap mata naga emas suaminya yang sempat berkilat sesaat sebelum kembali mencair menjadi pupil manusia normal."Long Chen? Ada apa?" tanya Lin Xinyan lembut, jemarinya mengusap punggung tangan Long Chen dengan cemas. "Apakah ada musuh lain?"Long Chen menatap wajah cemas istrinya, lalu tersenyum menenangkan. Dia membawa telapak tangan halus Lin Xinyan ke bibirnya, mengecupnya pelan. "Bukan musuh, permaisuriku. Hanya sebuah 'undangan' kuno dari masa lalu yang baru saja mengetuk pintu kesadaranku."Long Chen memutar cincin giok naga hitamnya, memproyeksikan riak cahaya keemasan tipis di atas meja marmer. Cahaya itu membentuk peta holografik tiga dimensi yang menampilkan titik koordinat terisolasi di belahan Samudra Pasifik. Di tengah titik itu, siluet seekor naga raksasa yang me
Last Updated : 2026-07-12 Read more