"Maaf...."Setelah lama diam, akhirnya Bening memilih mengakui kesalahannya. Gadis itu menunduk, takut Kalingga akan marah padanya. Namun, setelah hening untuk beberapa saat, bukan bentakan yang Bening dapatkan. Bukan pula perkataan meyakiti hati yang dirinya dengar, melainkan kekehan kecil yang mengudara. Dan itu sama sekali tidak membuat Bening lega. Alih-alih merasa aman, Bening sibuk mencerna apa arti kekehan Kalingga. Apakah pria itu marah. Atau Kalingga merasa sedang mendengar sesuatu yang lucu?"Tegakkan kepala kamu, Bening." titah Kalingga sarat akan suara rendah nan beratnya.Lantas, Bening menuruti perintah suaminya itu. Saat kepalanya menegak, pandangannya langsung bertemu dengan mata Kalingga yang mengerling tajam. Menatapnya seperti elang yang siap menerkam mangsanya. Bening teguk salivanya susah payah. Tenggorokannya terasa tercekat, seperti ada gumpalan yang menyumbatnya. "Mas Lingga....marah?" cicit Bening, nyaris seperti hembusan udara yang tak terdengar. "Kenapa
Terakhir Diperbarui : 2026-06-29 Baca selengkapnya