Setelah memastikan Kalingga benar-benar pergi dengan jas rapi dan wajah dinginnya, Bening berdiri lama di depan pintu apartemen. Nafasnya tercekat, tapi tekadnya bulat. Sekali saja, dia ingin merasakan kebebasan. Ia mengambil tas kecil, menyelipkan dompet dan ponsel. Langkahnya ringan, meski jantungnya berdegup kencang. Ia keluar dari apartemen, menuruni lift, dan akhirnya menjejakkan kaki di jalanan Singapura yang sibuk. Tujuannya jatuh pada Gardens by the Bay, taman ikonik dengan pohon-pohon raksasa buatan yang menjulang. Ia berjalan di antara bunga tropis, menatap air mancur yang berkilau. Bening menghirup udara dalam-dalam. Menikmati suasana yang begitu menenangkan. Bening, tidak pernah merasa setenang ini sebelumnya. Namun, kenyamanannya itu segera terganggu saat seorang pria dengan rambut coklat mendekat. Tersenyum ramah, pria asing itu menyapa. “Hi, are you alone?” (Hai, kamu sendirian?) Bening menegang. Jantungnya berdebar cemas. Awalnya, Bening ingin menghindari.
Last Updated : 2026-07-02 Read more