Wati ini orang baik, dulu sewaktu waktu mereka masih kecil, saat ibunya Yudha masih hidup Wati sering main ke sini main bareng Sari. Keluarga Wati juga tak sungkan-sungkan membantu mereka. "Udah siap kamu, Sari?" tanya Wati yang datang menuntun sepeda onthel ke depan gubuk buatan Sari. "Ayo, keburu malam," Sari duduk di bagian boncengan, keduanya menuju rumah Suseno dengan harapan pulang membawa uang. Sesampainya di halaman rumah Suseno, mereka tak langsung masuk tapi menunggu tamu lainnya yang lebih dulu datang agar pulang. Tanpa sengaja seorang pemuda tampan melintas di depan mereka, pemuda itu memandang Sari, tatapan mereka bertemu untuk beberapa detik. "Dia Irawan, ingat? Dulu dia suka main di pelabuhan saat kecil," bisik Wati. "Irawan yang suka nangis itu?" tanya Sari mempertegas. "Ya benar. Dia masih lajang, sama kaya kamu," imbuh Wati. "Uhmm, Mbak-mbak ini ada perlu apa?" Irawan mendekati mereka. "Anu, mau bertemu bapakmu," potong Wati. "Ayo masuk, enggak enak kalau diliat
آخر تحديث : 2026-09-29 اقرأ المزيد