Kedekatan antara Sari dan Irawan terjalin rapi, tanpa ia sadari telah jatuh cinta pada pria tampan anak Pak Suseno yang dikenal sebagai rentenir dari desa sebelah. Sore itu, Irawan membawakan pisang dan makanan ringan ke gubuk Sari, namun saat tiba di sana Wati pun juga ada. "Eh, Mbak Wati ... dari tadi ya," sapa Irawan saat menyandarkan sepedanya di dinding gubuk. "Baru juga mau pergi. Irawan, aku lihat kamu sering ke sini, atau jangan-jangan kalian sedang berpacaran ya?" selidik Wati, muka Irawan langsung merah. Dia memandang Sari yang sedang membuatkan minuman di belakang. "Mbak, ngomong apa sih? Kami cuma teman, kan dulu aku juga tinggal dekat sini, lama tak bertemu tau-tau dia sudah tumbuh jadi gadis dewasa yang----" ucapan Irawan terhenti saat Sari berjalan ke arah mereka. 'Yang cantik tentunya, dia juga baik dan ramah," Wati menyambung omongan Irawan. "Hahaha! Iya iya, Sari benar-benar cantik," puji Irawan, ucapan itu didengar oleh Sari, kakak tiri Yudha itu tak bisa menyembu
آخر تحديث : 2026-10-05 اقرأ المزيد