"Ah, Cakra, pelan-pelan saja, kamu bikin aku sakit."Malam-malam musim kemarau di Desa Waru terasa gerah seperti di dalam panci kukusan.Tyas Pangestu, janda tercantik di desa, berendam di danau sambil memejamkan mata karena nikmat.Setelah menyusui putrinya dan bekerja seharian, tubuhnya dipenuhi sisa-sisa lengket. Jadi, saat semua orang di desa tertidur lelap, dia diam-diam pergi ke danau untuk mandi.Dia bersandar pada sebuah batu besar di tepi danau. Permukaan air hanya sampai di dadanya, memantulkan separuh tubuhnya yang putih berkilau.Usianya 25 tahun, masa-masa saat seorang wanita berada pada puncak pesonanya. Setelah melahirkan, bentuk tubuhnya tidak memburuk sama sekali, justru menjadi lebih berisi dan berlekuk dibandingkan saat masih gadis.Terutama dadanya yang luar biasa besar. Karena masih dalam masa menyusui, buah dadanya tampak montok seperti dua buah melon yang sudah matang sempurna.Tyas sedang menengadahkan kepala sambil memejamkan mata, menikmati kebebasan yang lang
Ler mais