LOGINCakra Wirawan adalah seorang pemuda dari desa kecil. Dia dibuat pingsan dan didorong ke danau hanya karena mengacaukan rencana busuk si penguasa desa. Tak disangka, Cakra bukan hanya selamat, tetapi justru menerima warisan seorang dewa kultivator. Sejak saat itu, Cakra mengalami transformasi total. Kekuatan bela dirinya yang luar biasa membuat seluruh wilayah tunduk padanya. Ilmu pengobatannya yang ajaib mampu menghidupkan kembali orang mati, sementara ramuan saktinya mampu menyembuhkan segala penyakit. Cakra mulai membangun markasnya, mendirikan pabrik, membuka sekolah di desanya, hingga setiap keluarga memiliki rumah baru. Dalam waktu singkat, desanya menjadi desa nomor satu sejagat raya.
View MoreAdji tiba-tiba tersadar. "Benar, jumlahnya memang 64.560.000.""Selain upah pekerja, sebagian dana desa juga dicampur ke sana."Cakra pernah melihat orang yang tidak tahu malu, tapi belum pernah melihat yang tidak tahu malunya separah Adji.Dia sampai tertawa karena kesal. "Adji, kamu nggak tahu malu?""Kamu bilang uang ini milik desa, mana buktinya?"Adji mengertakkan gigi, dalam hati mengutuk Cakra sampai tujuh turunan.Namun, dia tidak punya ruang untuk mundur sedikit pun, sehingga dia terpaksa bersikeras dengan alasan yang tidak masuk akal. "Kamu bilang uang ini milikmu, itu sendiri sudah menjadi celah paling besar dan bukti paling nyata.""Otakmu baru sembuh beberapa hari saja. Bahkan kalau kamu kerja setiap hari jadi tukang bangunan di kota kabupaten, kamu nggak akan bisa menghasilkan sampai 60 juta lebih."Cakra berkata dengan tenang, "Jadi tukang bangunan memang nggak bisa menghasilkan sebanyak ini. Ini semua hasil dari menjual anggur."Mata Adji langsung berbinar.Dia memutar
Dinda seolah sudah menduga adegan yang akan terjadi selanjutnya. Hatinya dipenuhi kesedihan.Namun, kenyataannya berbeda dari yang dia bayangkan.Tidak ada kemarahan orang-orang, tidak ada yang menuding.Yang terdengar hanya teriakan kaget yang tiba-tiba memecah keheningan tidak jauh dari sana. "I-ini ... nggak mungkin!"Dinda terkejut, dan Cakra pun melepaskan tangannya yang menutupi mulut Dinda.Teriakan itu berasal dari Adji.Pasalnya, uang di dalam bungkusan itu bukanlah uang kertas baru dengan nomor seri berurutan, dan jumlahnya pun tidak sesuai.Uang kertas itu, baik yang pecahan kecil maupun besar, jika ditaksir dengan mata saja jumlahnya melebihi 60 juta.Para penduduk desa yang menonton pun tercengang, saling bertukar pandang."Bukannya Pak Kepala Desa bilang semuanya uang kertas baru? Kenapa aku lihat banyak uang lama juga?""Iya, sepertinya ada beberapa yang 20 ribuan dan 50 ribuan.""Ada apa sebenarnya?"Para penduduk desa menatap Adji, tatapan mereka berubah. Jelas bahwa a
"Beranikah kamu biarkan kami menggeledah?"Dinda tidak percaya Cakra mencuri uang dan langsung menjawab."Kenapa harus takut? Bahkan kalau kamu obrak-abrik tumpukan kayu bakar di rumah kami sampai hancur, kamu juga nggak akan menemukan uang."Cakra menghela napas dalam hati.Kakak iparku yang bodoh, kamu terlalu meremehkan kejahatan hati manusia.Untungnya, aku sudah bersiap. Kalau tidak, kita berdua pasti akan ditipu habis-habisan tanpa sadar.Karena Dinda sudah berkata begitu, Cakra tentu saja tidak bisa menghalangi, lalu membuka pintu dan membiarkan semua orang masuk ke halaman.Begitu masuk ke halaman, Tio yang sudah tidak sabar langsung berlari ke tumpukan kayu bakar. Tak lama kemudian, dia menemukan sebuah bungkusan kain di antara tumpukan kayu bakar itu.Awalnya, dia ingin mengajak beberapa penduduk desa lain untuk ikut mencari, agar mereka yang menemukan, sehingga lebih aman.Namun, perilaku Cakra hari ini di luar dugaannya. Dia takut uangnya sudah diambil Cakra, sehingga dia c
Begitu Adji selesai berbicara, Tio yang berada di sampingnya langsung menyambung, "Cakra? Memang sangat mungkin.""Tadi malam, aku lewat di depan rumahnya. Aku lihat dia sedang sibuk di tumpukan kayu bakar di rumahnya.""Aku juga merasa heran.""Cuaca sekarang nggak dingin, dan malam-malam nggak perlu menyalakan api untuk memasak, jadi untuk apa dia mengobrak-abrik kayu bakar?""Setelah dengar ngomongan dari Pak Kepala Desa, aku curiga dia menyembunyikan uang itu di tumpukan kayu bakarnya."Adji melambaikan tangannya dengan tak acuh. "Kita tunggu apa lagi?""Ayo kita ajak semua orang ke rumahnya, geledah tumpukan kayu bakarnya. Kebenaran pasti akan terungkap dengan sendirinya.""Apa jadinya kalau kita terlambat dan bocah itu sudah dengar kabar ini, lalu memindahkan uang curiannya?"Keduanya saling bersahutan, bukan sekadar menganggap Cakra sebagai tersangka, melainkan sudah memastikan bahwa Cakra adalah pelakunya.Uang itu menyangkut kepentingan hampir semua warga desa.Semua orang mar
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.