Saat Adji hendak melontarkan makian dengan marah, Cakra angkat bicara. "Kamu gila, ya? Apa masalahmu, menggedor pintu tengah malam begini?"Teriakan Cakra itu membuat Adji tercengang."K-kamu ... kamu ...." Adji berdiri di luar pintu, tangannya gemetar, sambil menuding Cakra.Cakra membuka pintu dan menatap Adji dengan tajam. "Aku apa?""Kamu kan ayah mertua Kak Tyas, datang tengah malam begini menggedor pintu Kak Tyas. Apa kata tetangga kalau mereka lihat?""Kamu nggak punya malu, ya?"Dia datang untuk memergoki tindakan asusila. Meski tidak berhasil menangkap basah, melihat keadaan keduanya yang seperti itu, hampir sama saja dengan menangkap basah.Namun, Cakra bukan hanya tetap tenang, malah berani bersikap menantang.Adji nyaris muntah darah akibat emosinya.Siapa sebenarnya yang tidak punya malu?Dengan marah, dia berkata, "Cakra, aku cuma mengetuk pintu dari luar.""Tapi kamu? Tengah malam begini, dua orang lawan jenis berduaan. Sedang apa kamu dengan Tyas di dalam? Berani mengak
더 보기