PrologBaccarat Hotel, Manhattan, New York, USA.Pukul 08.25.Kedua mata Miranda mengerjap pelan. Dalam keadaan setengah sadar, indra penciumannya tiba-tiba menangkap aroma sisa champagne mahal, berpadu dengan wangi parfum mewah yang terasa begitu familiar, tapi bukan aroma miliknya.Miranda menarik napas pendek. Ia mengamati tubuhnya sendiri. Setelan gaun koktail yang ia kenakan semalam masih melekat sempurna."Oh... untung saja." Ia bergumam lega. "Aku tidak melakukan apa pun tadi malam."Tetapi, tubuhnya terasa sangat sulit digerakkan. Miranda melirik ke bawah, dan... melihat sebuah lengan hangat, kokoh, memeluk pinggangnya erat hingga membuat ruang geraknya terasa terbatas.Ia terdiam sesaat, mencoba menyusun kepingan memori semalam. Bar hotel, suasana riuh, masuk ke dalam kamar, dan—ya, ia berakhir tertidur di sini, bersama seseorang.Dengan gerakan lambat serta hati-hati, Miranda menyentuh lengan besar itu, menggeser menjauh dari pinggangnya. Tidak kasar, tidak pula lembut. Hany
Dernière mise à jour : 2026-06-18 Read More