Keesokan sore, aku pergi menjemput Reno pulang sekolah.Baru saja sampai di depan kelas, aku melihat Reno berdiri sendirian di sudut ruangan. Matanya merah dan jelas terlihat habis menangis. Hatiku langsung terasa sesak. Aku segera berlari menghampirinya dan memeluknya."Reno, ada apa? Siapa yang ganggu kamu?"Begitu melihatku, Reno langsung menangis keras sambil mencengkeram bajuku erat-erat dengan tangan kecilnya."Papa ... aku lapar ... bekalku dirampas Sheva ...."Mendengar ucapannya, kepalaku langsung berdengung.Porsi bekal yang kusiapkan setiap hari memang pas untuk Reno. Kalau dia tidak makan siang, berarti dia sudah kelaparan seharian!Yang lebih parah lagi, kondisi fisiknya memang khusus. Kalau terlambat makan, dia sangat mudah mengalami gula darah rendah dan kram lambung.Menahan amarah yang hampir meledak, aku langsung menghampiri wali kelasnya.Saat itu Nita sedang mengobrol sambil tertawa dengan beberapa orang tua murid. Begitu melihatku datang, wajahnya langsung berubah
Mehr lesen