Short
Amarahku Memuncak Ketika Bekal Anakku Dirampas

Amarahku Memuncak Ketika Bekal Anakku Dirampas

Por:  WovieCompletado
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Capítulos
10vistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

Tiba-tiba ada seseorang yang menandai aku di grup orang tua murid. [ Papa Reno, aku lihat setiap hari bekal yang kamu bawa untuk anakmu kelihatannya mewah sekali. Mulai besok, bawakan satu porsi juga untuk putriku. ] [ Aku bukan mau minta gratis. Aku bayar 20 ribu per hari. Kalau dihitung sebulan, kamu malah bisa dapat untung lumayan. ] Melihat pesan di layar, aku hanya merasa ini benar-benar tidak masuk akal. Anakku sangat pemilih soal makanan dan juga memiliki alergi yang cukup parah. Semua bahan makanannya aku minta orang membelikannya langsung dari daerah asal lalu dikirim lewat jalur udara. Biaya satu kali makannya saja sudah lebih dari sejuta, sekarang malah ada yang ingin membelinya hanya dengan 20 ribu? Aku langsung membalas di grup. [ Nggak bisa. ] Tak disangka, keesokan harinya anakku pulang dari TK Bilingual Sunshine sambil menangis. Dia bilang kotak bekalnya dirampas oleh teman sekelasnya, bahkan guru kelasnya memarahinya dan mengatakan dia egois. Baguslah. Kalau sudah dihargai tapi masih tidak tahu diri, jangan salahkan aku kalau kali ini aku bertindak tanpa ampun.

Ver más

Capítulo 1

Bab 1

Aku sampai tertawa saking kesalnya melihat pesan yang terus bermunculan di grup orang tua murid.

Orang yang mengirim pesan itu memakai foto profil bersama putrinya, dengan nama "Papa Sheva".

Karena melihat aku tidak membalas, dia langsung mengirim beberapa pesan lagi.

[ Papa Reno, kamu lihat pesanku belum? Sheva lagi kurang nafsu makan beberapa hari ini, tapi dia suka sekali sama bekal Reno. ]

[ Lagian cuma sekalian, kok. Tinggal bikin satu porsi tambahan, bukannya repot. ]

[ Dua puluh ribu sehari itu sudah lumayan. Harga makanan cepat saji di luar juga segitu. Kamu kan ayah tunggal yang besarin anak sendirian, pasti nggak mudah. Anggap saja tambahan uang belanja buat bantu kebutuhan rumah. ]

Nada mengasihani yang tersirat dalam setiap kalimatnya membuatku sangat tidak nyaman.

Aku tidak tahu dari mana dia mendengar kalau aku seorang ayah tunggal. Memang selama ini aku selalu mengantar dan menjemput anakku sendirian. Ditambah lagi cara berpakaianku cukup santai, mungkin dia menganggap aku orang yang gampang ditindas.

Anakku, Reno, sejak lahir alergi terhadap banyak bahan makanan yang umum dikonsumsi. Pencernaannya juga sangat sensitif, jadi semua makanannya selalu aku siapkan sendiri.

Setiap hari bahan makanannya dipasok langsung dari peternakan dan kebun khusus. Hanya sepotong kecil daging sapi wagyu premium saja harganya sudah lebih dari 200 ribu, belum lagi sayuran organik yang dipilih dengan sangat teliti.

Dua puluh ribu?

Jangankan untuk makanannya, buat beli kotak bekalnya saja tidak cukup.

Aku malas berdebat dengannya, jadi langsung mengetik di grup.

[ Maaf, aku nggak punya waktu. Lagi pula biaya bekal anakku sangat mahal. Nggak mungkin bisa dibeli dengan 20 ribu. ]

Kupikir setelah kutolak sejelas itu, dia akhirnya akan berhenti. Ternyata dia malah langsung mengirim serangkaian pesan suara panjang di grup.

"Aduh, Papa Reno, jangan begitu dong. Kita semua sama-sama orang tua murid di kelas yang sama. Memangnya kenapa kalau saling bantu?"

"Cuma beberapa potong daging dan sayur, memangnya harganya bisa semahal apa? Memangnya kamu makan makanan langka?"

"Anak laki-laki itu dibesarkan sederhana, anak perempuan harus dimanja. Reno cuma anak laki-laki, buat apa makan sebagus itu? Sheva itu anak perempuan, usianya lagi masa pertumbuhan. Kenapa kamu sama sekali nggak punya pengertian?"

Setelah mendengarkan beberapa pesan suara itu, amarahku langsung memuncak.

Sudah zaman seperti ini, masih saja ada orang dengan pemikiran aneh seperti itu.

Aku baru saja hendak memarahinya di grup ketika wali kelas, Nita, tiba-tiba ikut angkat bicara.

"Papa Reno, Papa Sheva juga cuma memikirkan yang terbaik untuk anaknya. Kelas kita selama ini selalu mengajarkan anak-anak untuk belajar berbagi."

"Kalau Sheva memang suka bekal Reno, sebagai orang tua kamu boleh sedikit berusaha. Ini juga bisa membantu anak-anak menjadi lebih akrab."

Melihat Bu Nita terang-terangan memihak, ekspresiku langsung menjadi dingin.

TK Bilingual Sunshine ini baru saja kupilih untuk Reno. Awalnya kupikir karena ini taman kanak-kanak bilingual yang cukup bergengsi, kualitas gurunya pasti lebih baik. Ternyata gurunya juga tidak jauh berbeda.

Aku tidak lagi memedulikan pesan-pesan di grup dan langsung melempar ponsel ke samping.

Terserah mereka mau bicara apa. Bagaimanapun juga, aku tidak mungkin memasakkan bekal untuk Sheva.

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sin comentarios
8 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status