Alesha duduk dengan tatapan kosong lurus ke depan. Mungkin selamanya Asheeqa tidak akan pernah menyukainya, mau sebaik apapun dirinya pada Asheeqa, karena yang dia tahu; orang yang sudah membenci akan sulit untuk kembali. Embusan napas terdengar. Lorong rumah sakit bahkan terlihat sangat sepi karena memang Asheeqa sudah dipindahkan ke ruang rawat VIP. Lorong di hadapannya seakan menggambarkan bagaimana dirinya saat ini; sepi, 'tak berpenghuni. Alesha menyandarkan punggungnya pada tembok yang terasa sangat dingin ketika mengenai punggungnya."Kenapa aku tidak bisa membenci Asheeqa? Padahal aku ingin membencinya atas semua perbuatannya, tapi kenapa rasanya sesulit itu?" gumam Alesha. Matanya perlahan dipejamkan untuk mencari ketenangan. Namun hatinya sedikit melega karena permasalahan dengan Alvino sudah selesai, bahkan sekarang Alvino mencintainya dengan sangat. Ah ... setidaknya ada satu alasan yang akan membuatnya terus bertahan di muka bumi ini. ****Tak terelakkan raut wajah ter
Read more