Saat aku masih tenggelam dalam rasa maluku, salah satu pria yang tidak kukenal di kelompok itu, menyeringai lalu berkata, "Lucas, siapa itu? Gebetan terbarumu?"Ekspresi Lucas berubah. Tetap tenang, tetapi kini menjadi serius."Bukan, Sob. Hargai dia," katanya dengan santai. "Dia adik iparku.""Adik ipar?" ulang pria itu sambil mengangkat alis, sementara yang lain langsung tertawa.Suara lain ikut menyahut, "Hei, Ash, kamu tahu Lucas punya adik ipar?"Asher tertawa. Hanya tawa singkat, datar, dan acuh tak acuh, lalu mengangkat kepalanya.Saat itulah, dia melihatku.Itulah pertama kalinya dia benar-benar melihatku. Saat itu aku baru sadar, sebelumnya dia bahkan tidak memperhatikan siapa yang datang bersama Lucas. Namun sekarang, tatapannya terkunci pada mataku.Dalam sekejap, seluruh sikapnya berubah. Posisi duduknya yang santai langsung menegang. Bahunya diluruskan. Ekspresinya berubah tajam dan dipenuhi amarah. Dia berdiri begitu cepat seperti badai yang siap melahap apa pun yang meng
Leer más