Pagi itu, sebelum ayah Kimberly sempat melakukan apa pun terhadap bukti yang masih tersisa, suara ketukan keras terdengar dari pintu rumahnya.Pria itu baru saja turun dari tangga ketika beberapa orang berseragam berdiri di hadapannya dengan surat perintah penangkapan. Wajahnya seketika berubah saat salah satu penyidik menyebut namanya dan mengatakan bahwa ia diperiksa atas dugaan keterlibatan dalam rekayasa kecelakaan bus dua puluh tahun lalu.“Apa maksud kalian?” tanyanya dengan suara berat.“Kami memiliki cukup bukti untuk membawa Anda ke kantor kepolisian.”Pria itu sempat mencoba membantah, tetapi tidak ada lagi ruang untuk berkelit. Kesaksian mantan pekerja bengkel, catatan pembayaran, dokumen perusahaan, serta pengakuan Kimberly telah membentuk rangkaian bukti yang tidak mudah dipatahkan.Untuk pertama kalinya setelah dua puluh tahun, pria yang selama ini bersembunyi di balik nama besar keluarganya akhirnya dibawa pergi dengan tangan terikat. Dan kali ini, tidak ada seorang pun
Terakhir Diperbarui : 2026-09-20 Baca selengkapnya