Rama tertawa pelan, suara rendah yang terdengar begitu dalam dan menggema di ruangan yang tenang itu, bukan tawa mengejek, melainkan tawa yang penuh rasa takjub dan kekaguman yang tak disembunyikan lagi. Ia bangkit perlahan dari posisi telungkup, bergerak begitu luwes hingga kini duduk tepat di tepi sofa, berhadapan langsung dengan Laura yang masih menatapnya tegas namun tak menyembunyikan kegugupan di matanya.“Jadi kau punya taring juga ternyata,” ucapnya pelan, tangannya terulur perlahan dan mendarat lembut di pinggang ramping gadis itu, menariknya sedikit lebih dekat hingga jarak wajah mereka tinggal beberapa sentimeter. “Aku kira kau akan diam saja dan menuruti semua kemauanku seperti yang lain.”Tanpa menunggu jawaban, Rama menundukkan kepalanya dan mencium bibir Laura dengan intensitas yang meledak-ledak, penuh kerinduan, hasrat yang tertahan, dan keinginan untuk menaklukkan gadis yang berani menantangnya itu. Namun Laura sigap, kedua telapak tangannya segera menekan dada bidan
Last Updated : 2026-07-12 Read more