"Bu Vina, Pak Sena mengalami fraktur kominutif pada tulang paha. Selain itu, fungsi reproduksinya juga terganggu. Ke depannya, kemungkinan besar dia bakal sulit memiliki anak.""Apa?"Sena menangis tersedu-sedu hingga nyaris kehabisan napas, bibirnya tergigit erat."Kak Vina, apa yang harus kulakukan?"Vina menahan amarah dan menggenggam tangan Sena erat. Setelah lama terdiam, barulah dia membuka suara."Nggak apa-apa. Aku pasti bakal melakukan segala cara buat menyembuhkanmu.""Lagi pula, kau sudah menjadi seorang ayah."Dia menggandeng tangan Sena dan meletakkannya di atas perutnya."Kau lupa? Bulan lalu kau mabuk, dan kita sudah bersama."Sena menangis keras."Kak Vina, terima kasih karena sudah memberiku kesempatan untuk menjadi seorang ayah!"Sena melirik ke arahku, sorot matanya penuh kemenangan.Aku menatap perut Vina dengan linglung.Tanpa sadar, aku teringat alasan-alasan yang dulu Vina gunakan untuk menolak sentuhanku."Kita masih muda. Setelah menikah nanti, kalau kau mau be
Read more