Short
Setelah Menjadi Raja Tinju Ilegal, Tunanganku Menyesal

Setelah Menjadi Raja Tinju Ilegal, Tunanganku Menyesal

โดย:  Billionจบแล้ว
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10บท
357views
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Usai menjalani hukuman penjara selama tiga tahun, Vina Naryama, kekasih masa kecilku, menemukanku di arena tinju ilegal dan menyeretku keluar dari sana. Dia memukul wajahku dan matanya terbelalak penuh amarah. "Rafael Ranjana, siapa yang kasih kau keberanian buat nggak pulang? Berani-beraninya kau membuat dirimu jadi seperti ini!" Aku mengusap darah di wajahku dan tersenyum tanpa beban. "Bu Vina, satu pukulan dua ratus juta. Kalau masih belum puas, boleh lanjut. Lumayan, bisa sekalian menutup biaya sewa rumahku tahun ini." Kepalan tangan Vina gemetar tidak terkendali, tetapi suaranya melunak. "Ikut aku pulang ... minta maaf ke Sena." "Dia berhati baik. Dia sudah lama nggak mempermasalahkan fitnah yang kau lemparkan padanya." Pandangannya menyapu luka-luka yang memenuhi tubuhku, sorot matanya tampak rumit. "Lihat dirimu sekarang, wajahmu penuh darah seperti hantu. Apa bedanya kau dengan anjing liar di tempat sampah?" Tubuhku bergetar hebat, lalu aku berbalik pergi. Vina tidak tahu, wajah berlumuran darah seperti ini adalah satu-satunya cara bertahan hidup yang kupelajari di penjara. "Jangan lupa, aku masih tunanganmu!" Langkahku terhenti. Bagaimana mungkin aku lupa? Tiga tahun lalu, pada malam pertunanganku, Sena membiusku dan menyeretku ke pelelangan pasar ilegal. Keperjakaanku diperdagangkan secara terbuka, menunggu para wanita kaya mengajukan tawaran. Malam itu, seluruh harga diriku hancur. Aku menjadi bahan tertawaan seluruh warga Kota Jica. Sementara orang yang menandatangani surat penjualanku adalah tunanganku sendiri.

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1

Tawa mengejek yang menusuk telinga terdengar dari belakang.

Vina marah sekaligus gusar. Dia merasa aku telah mempermalukannya.

Vina adalah orang terkaya di Kota Jica, tetapi tunangannya justru bertarung di arena tinju hingga tubuhnya babak belur demi hadiah ratusan juta.

Aku mengabaikannya dan berbalik kembali ke belakang panggung.

Saat memasuki oktagon sekali lagi, lampu seluruh arena menyorot kandang besi di seberang, tiba-tiba terdengar auman buas seekor binatang.

"Malam ini, petarung nomor 67 akan melawan harimau! Pasang taruhan sekarang!"

Tirai dibuka kasar. Mulut berdarah yang menganga lebar itu kini tepat di depan mataku.

Aku tersentak dan menarik napas tajam.

"Kak."

Itu Sena!

Aku mendongak. Dia bersandar di pagar, mengenakan pakaian mewah dari merek ternama dengan senyum penuh kemenangan.

"Aku dengar kau butuh uang. Supaya kau bisa dapat lebih banyak, aku sengaja menyiapkan hadiah besar ini buatmu."

Nada bicaranya terdengar polos, tetapi kejam.

"Aku bertaruh dua miliar bahwa kau bakal menang. Jangan mengecewakanku."

Dua miliar.

Aku mengepalkan tangan. Mengingat rumah tua yang telah dijual, aku melangkah maju tanpa ragu.

Saat itu, Vina mendorong pintu dan masuk, sementara Sena memanfaatkan kesempatan untuk merangkul pinggangnya.

"Kak Vina, kakakku sangat keras kepala. Biarkan saja dia memenangkan dua miliar ini dengan usahanya sendiri."

"Aku dengar dia menang melawan banyak petarung. Sepertinya Kak Brenda dari arena tinju ini benar-benar sangat menjaganya ...."

Sorot mata Vina dipenuhi rasa jijik.

"Asalkan sekarang juga kau berlutut di depan semua orang dan minta maaf ke Sena, dua miliar itu tetap bakal aku kasih."

"Kalau nggak, kau cuma bisa merebut makanan dari mulut harimau."

Semua mata tertuju padaku, yakin aku akan menyerah.

Namun, tanpa ragu, aku mengenakan sarung tinju.

Wajah Vina seketika berubah muram. Matanya nyaris menyemburkan api karena marah.

Harimau itu menerjang ke depan. Aku berguling ke depan untuk menghindari serangan, lalu menendang tenggorokannya.

Namun, perbedaan kekuatan kami terlalu besar.

Beberapa kali mulut besar itu nyaris meremukkan kepalaku.

Wajah Vina makin muram.

Aku tetap menolak menyerah. Setelah beberapa ronde, lenganku tercabik hingga daging dan darah terlihat jelas.

Dor!

Suara senapan bius meletus, dan harimau itu roboh.

Vina melempar senapan, lalu mencengkeram lenganku dengan marah sambil berteriak, "Kau mau mati, ya?"

Darah menetes di dalam oktagon. Butiran keringat halus muncul di dahiku, tetapi aku tetap menggertakkan gigi.

"Aku belum kalah. Ingat untuk memberiku uangnya."

Leherku tiba-tiba dicekik. Vina menatapku dengan dingin.

"Kau benar-benar nggak bisa diselamatkan. Kalau kau memang sangat menginginkan uang, saat pelelangan dulu, mungkin seharusnya kubiarkan kau terjual dengan harga tinggi!"

Tubuhku bergetar hebat. Pandanganku menggelap, lalu aku pingsan.

Sebelum kehilangan kesadaran sepenuhnya, rahasia yang pernah kudengar diam-diam pada tahun itu kembali terngiang di telingaku.

"Bu Vina, malam ini reputasinya benar-benar sudah hancur. Akhirnya, amarah Tuan Muda Sena sedikit terbalaskan."

"Dia pantas menerimanya. Ini harga yang harus dibayar karena berani memfitnah Sena."

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ความคิดเห็น

M--G
M--G
cerita hampa
2026-08-30 11:31:16
0
0
10
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status