## Bab 55Uap hangat yang tersisa dari air mandi masih tertinggal samar di dalam kamar tidur utama vila kayu tersebut. Vivienne duduk di tepi tempat tidur dengan kaki tebalnya yang selonjoran, terbalut jubah mandi (kimono) katun putih tebal yang identik dengan milik Tristan. Rambut hitamnya yang basah dijepit asal-asalan ke atas, menyisakan beberapa helai rambut yang menempel di lehernya, yang masih menyisakan rona merah samar.Di sampingnya, Tristan duduk dengan tubuh condong ke arah Vivienne. Pemuda itu baru saja selesai mengeringkan rambutnya yang acak-acakan dengan handuk kecil, menyisakan aroma maskulin yang segar dan tajam. Tiba-tiba, Tristan meraih tangan kanan Vivienne, meletakkan jemari lentiknya di atas telapak tangannya yang besar dan hangat."Aku tidak ingin mendengar penolakan lagi, Vivienne. Mulai saat ini, hubungan kita resmi," ucap Tristan, suaranya rendah namun dipenuhi penekanan mutlak, tidak menerima bantahan apa pun.Dengan gerakan lambat dan hati-hati, Tristan men
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-07-15 อ่านเพิ่มเติม