Mataku mengerjap menyesuaikan cahaya yang masuk menembus kaca jendela, rupanya hari telah pagi. Punggung tangan kananku sudah dipasang infus, kulirik botol infus yang tergantung ditiang infus, isinya tinggal setengah. Aku ingin menggerakkan tangan kiriku tapi terasa berat, aku menoleh. Kepala Reza bersandar ditepi tempat tidur, sambil menggenggam tangan kiriku. Dia masih tidur. Aku bergerak, gerakanku membuat laki-laki itu terbangun. "Masih sakit?" Itu ucapan pertama nya saat bangun, apa dia menungguiku semalaman? Aku menggeleng,"Nenek mana?" aku tidak melihat nenek diruangan ini. "Nenek pulang subuh tadi mau ambil barang-barang, nanti kesini lagi." "Abang disini semalaman?" Tanyaku pelan. Reza mengangguk, dia kemudian berdiri, melihat kearah perutku sebentar,"Enggak sakit lagi?" Sudah dua kali dia menanyakan apakah aku masih sakit atau tidak, dan ku jawab dengan gelengan kepala. Reza mengangguk sekilas kemudian mengambil minum diatas meja dan memberikannya padaku,"minum
Last Updated : 2026-09-10 Read more