Salah satu tangannya menangkup buah dadaku yang lain, meremasnya sesuka hati hingga mengubah bentuknya.Sementara tangannya yang lain bergerak menyusuri perut rataku, terus meluncur ke bawah, menyusup ke dalam area segitiga yang misterius itu.Di sana, semuanya sudah basah kuyup.“Nyonya, kamu bergairah sekali.”Dia berbisik di telingaku, sementara jarinya mulai bergerak nakal di sela-sela bagian yang basah itu.Sentuhannya membuat seluruh tubuhku lemas tak berdaya, hingga kedua kakiku reflek melingkari pinggangnya.Terhalang oleh bahan celana yang tipis, aku bisa merasakan sesuatu yang keras dan panas sedang menekan kuat tepat di pangkal pahaku.Ukuran dan hawa panas yang luar biasa itu membuatku merasa takut, sekaligus menantikannya.“Steve… aku….” Aku terengah-engah, ingin mengatakan sesuatu, tapi tak tahu harus berkata apa.“Nyonya, panggil namaku.” Dia menghentikan gerakannya, mendongak dan memaksa mataku untuk menatapnya.“Panggil aku.”Tatapannya membawa kekuatan sihir yang tak
اقرأ المزيد