Detik berikutnya, suara yang tak asing terdengar dari arah belakangku.“Kamu sudah bangun?”Itu suara om!Aku langsung berbalik dan melihat om sudah berdiri tepat di hadapanku.Seketika, hatiku yang tadinya menegang, akhirnya bisa tenang kembali.Aku menyeka air mata, lalu dengan kedua kaki yang lemas dan langkah yang sempoyongan, langsung menerpa ke pelukan om.“Om!”Om agak memiringkan tubuhnya dan menjawab, “Hati-hati dong, jangan sampai air yang susah payah kurebus ini tumpah.”Begitu merasakan hawa panas, aku langsung menarik kembali tanganku dan menghentikan langkah.Terlihat om sedang memegang sebuah termos yang mengepulkan uap panas.Bagian luar termos itu bahkan sampai menghitam karena gosong dibakar.“Sebelum tidur, aku melihat kamu benar-benar kecapekan habis digempur, di bagian sana juga masih terus keluar darah. Makanya aku keluar cari salju bersih, lalu rebus airnya untuk membersihkan badanmu.”Setelah berkata begitu, om menggaruk kepalanya dengan agak merasa bersalah, la
Read more