Masuk“Om, di sini rasanya aneh sekali… mulutku sampai terasa asam….” Terjebak di tengah badai salju yang membeku, demi mencari kehangatan, aku menyusup ke dalam pelukan om yang ikut terjebak bersamaku. Mulutku dipenuhi oleh benda yang begitu besar, aroma hormon yang menyengat membuat kepalaku pening, sementara air liur yang hangat perlahan mengalir dari sudut bibirku. Telapak tangan om yang kasar mengusap kulitku, meremas bagian dadaku yang penuh. Di tengah cuaca dingin yang membeku ini, dia terengah-engah dan dengan kasar menekan bagian belakang kepalaku, tubuhnya bergetar hebat karena sangking nikmatnya. “Rona sayang, ayo dijilat lagi. Biar nutrisinya keluar lebih banyak. Kalau nggak, kita berdua bisa mati membeku di dalam ruangan ini.”
Lihat lebih banyakAku melihat lebih dekat dengan bantuan cahaya bulan yang redup, tumpukan salju di sekitarnya malah terlihat seperti sengaja ditimbun oleh seseorang.Seketika, aku merasa ada yang tak beres. Aku langsung berjongkok dan menyingkirkan semua tumpukan salju di sekitar sana.Terlihat sebuah pintu kayu yang tertutup rapat.Begitu pintu kayu itu terbuka, hembusan hawa panas langsung menusuk hidung.Ini adalah jalan menuju ke ruang bawah tanah.Aku menoleh sekilas ke arah pondok kayu yang bobrok, suara dengkuran om masih terdengar bersahut-sahutan.Sambil meyakinkan diri, aku pun menyusup masuk ke dalam.Seiring langkahku yang berjalan semakin dalam, hawa panas itu terasa semakin jelas.Di dekat kakiku, berserakan bungkus cemilan, bahkan ada juga botol-botol alkohol.Sebuah dugaan yang sangat mengerikan langsung terlintas di otakku.Aku menutup bibirku erat-erat, meraba-raba dinding dengan perasaan tegang.Tiba-tiba, langkahku terhenti. Sorot lampu yang menyilaukan membuat mataku sulit terbuka.
Keringat membanjiri keningku. Aku mendesah terengah-engah, sangat takut kalau om yang berada di belakangku menyadari keanehan ini.Kaos dalam yang basah oleh air hangat perlahan menyapu punggungku, sementara om berlutut di belakangku.Aku gemetaran. Tubuhku sesekali bergesekan dengan celah kedua kaki om, bahkan aku juga bisa merasakan tonjolan di sana.Posisi ini benar-benar terlalu intim.Bahkan om pun tampaknya jadi sangat bergairah karena hal ini.Di dalam ruangan yang sempit ini, suhu udara perlahan-lahan mulai meningkat.“Masih terasa dingin saat lap badan begini?” tanya om sambil menunduk mengusap pundakku.Aku menggelengkan kepala, lalu menyunggingkan senyuman manis, “Nggak om, aku malah merasa agak kepanasan karena dekat api unggun.”“Oh iya? Baguslah kalau begitu, biar om lap badanmu sampai bersih, ya.”Belum selesai bicara, om sudah agak menegakkan tubuhnya dan aku langsung bisa merasakan ada sesuatu yang panas membara muncul di celah kedua kakiku.Saat sentuhan yang tak asin
Detik berikutnya, suara yang tak asing terdengar dari arah belakangku.“Kamu sudah bangun?”Itu suara om!Aku langsung berbalik dan melihat om sudah berdiri tepat di hadapanku.Seketika, hatiku yang tadinya menegang, akhirnya bisa tenang kembali.Aku menyeka air mata, lalu dengan kedua kaki yang lemas dan langkah yang sempoyongan, langsung menerpa ke pelukan om.“Om!”Om agak memiringkan tubuhnya dan menjawab, “Hati-hati dong, jangan sampai air yang susah payah kurebus ini tumpah.”Begitu merasakan hawa panas, aku langsung menarik kembali tanganku dan menghentikan langkah.Terlihat om sedang memegang sebuah termos yang mengepulkan uap panas.Bagian luar termos itu bahkan sampai menghitam karena gosong dibakar.“Sebelum tidur, aku melihat kamu benar-benar kecapekan habis digempur, di bagian sana juga masih terus keluar darah. Makanya aku keluar cari salju bersih, lalu rebus airnya untuk membersihkan badanmu.”Setelah berkata begitu, om menggaruk kepalanya dengan agak merasa bersalah, la
Gelombang demi gelombang panas terus menyerang, membuatku memeluk tubuh om erat-erat.Kepalaku pening, rasanya pandanganku perlahan mengabur, bahkan otakku tiba-tiba kosong dan tidak bisa lagi berpikir jernih.Di balik jaket katun yang tebal, aku menempel erat pada om. Sementara keringat mengalir dari leher hingga ke dadaku.Rangsangan itu membuatku mengeluarkan desahan tertahan, sementara tubuhku terus gemetaran.Udara di dalam jaket terasa semakin menipis. Karena sudah tak tahan lagi, aku menjulurkan kepalaku dan melihat bahwa ternyata badai salju di luar sudah berhenti.Aku menghela napas panjang dengan tubuh yang dipenuhi keringat.Aku yakin begitu badai salju reda, pelatih pasti akan memberitahu keluargaku bahwa diriku terpisah darinya.Ayah dan ibu pasti akan mengirim tim penyelamat untuk mencariku!Setelah terpisah dari pelatih, semua barangku hilang. Aku pun tak tahu apakah masih ada sinyal di dalam gunung yang luas ini.Tepat saat aku sedang berpikir, tiba-tiba terdengar suara






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.